Bangkitkan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Ikan

Budhi//BE
Riki Wibowo, warga Lingkar Barat Kota Bengkulu bangkit dari pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya ikan.

Tidak dipungkiri, pandemi Virus Korona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mulai muncul di awal Maret 2020 lalu menyebabkan berbagai dampak bagi masyarakat. Paling terasa dampak ekonomi. Untuk bisa membangkitkan ekonomi agar ekonomi keluarga tak terganggu, seorang warga kreatif memanfaatkan lahan pekerangan rumahnya untuk budidaya ikan Nila dan Patin.

Bagaimana Cara Mengelola Budidaya Ikan Hingga Bisa kembali membangkitkan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini. Berikut laporannya???

Budhi Sulaksono, Kota Bengkulu

Warga Kota Bengkulu, Riki Wibowo berjuang keras untuk tetap membangkitkan ekonomi keluarganya. Dia pun kreatif memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan membudidayakan ikan. Ikan yang dibudidayakan ada dua jenis, yakni ikan Nila dan Patin. Dirinya pun sengaja ternak ikan tersebut, selain tidak sulit memeliharanya juga sangat cepat membesar dan juga berkembang biaknya.

Perlengkapan yang digunakan pun juga mudah dibuat dan gampang didapati. Hanya perlu menggunakan kolam tanah yang di dalamnya dikasih waring atau jaring untuk memudahkan dalam menyortir ikan.

“Untuk kolamnya ini ukurannya 4 meter X 2 meter. Modalnya juga tidak besar, cukup beli waring atau jaring sekitar Rp 150-200 ribu dan bibit ikan Nila. Setelah itu tinggal kita perhatikan saja perkembangannya. Yang terpenting kita kasih makanannya secara teratur,” kata Riki sembari menunjukkan bibit ikan Nila miliknya yang siap untuk dijual, pada BE Minggu (29/11).

Kolam tersebut, lanjutnya, bisa diisi ratusan bahkan ribuan ikan nila dan patin. Semenjak kolam tersebut ada, setidaknya dirinya pun sudah pernah merasakan panen dengan menjual hasilnya.

“Kalau hasilnya bisa kita jual kemana saja, lumayanlah hasilnya dan ada juga warga yang datang kerumah untuk beli bibit ikan Nila. Di tengah ekonomi sulit sekarang, lumayan untuk bantu-bantu uang dapur agar bisa tetap ngebul,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut Riki, dirinya sengaja membeli jaring waring sebagai tempat pembesaran dan ternaknya karena waring memang banyak digunakan para pelaku budidaya ikan.

“Kalau ikan Nila dan Patin inikan cepat sekali membesarnya. Saya pun awalnya coba-coba dan ternyata sekarang sudah bisa dijual,” ungkapnya.

Dikatakan Riki, untuk ukuran ikan bervariasi dari mulai 5 centimeter sama dengan 10 centimeter, sedangkan, untuk makannya sendiri untuk ikan nila dan patin menggunakan pelet atau pur khusus makanan ikan. Sedangkan untuk pemberian makannya sendiri, dalam satu hari 3 sampai 4 kali dari pagi hingga sore.

Masih dikatakan Riki, untuk air sendiri, ikan Nila dan Patin bisa diganti minimal seminggu sekali, agar ikan tidak bau tanah dan untuk hasil panen bervariasi dari tergantung berapa banyak ikan yng dibudidayakan 1.000 sampai 5 ribu ikan dalam satu kolam.

Riki juga mengajak masyarakat agar dimasa pandemi Covid-19 bisa tetap bisa mempertahankan ekonomi keluarganya masing-masing. Menurutnya, bisa saja memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan kegiatan-kegiatan produktif yang tentunya bisa menopang ekonomi keluarga.

“Meskipun ditengah pandemi Covid 19 ini, tetapi semangat kita untuk terus berusaha tidak boleh pudar dan luntur bahkan kalau bisa lebih semangat lagi dibandingkan sebelumnya,” jelasnya kepada BE.

Sementara itu, ia berharap apa yang dilakukannya sekarang ini bisa ditiru dan diikuti warga Bengkulu lainnya dan bisa menjadi motivasi seluruh warga agar tidak mudah menyerah meski dimasa pandemi Covid 19 sekarang ini pastinya.

”Harus selalu cari inovasi agar bisa tetap bertahan di masa pandemi ini, karena kita tidak mengetahui sampai kapan pandemi ini berakhir jadi harus pintar-pintar cari peluang usaha untuk terus bertahan hidup dan menambah perekonomian untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” demikian ucap Riki Wibowo. (**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*