Banggar, Tempat Dewan Cari Kaya

BENGKULU, BE – Hingga saat ini pergantian anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bengkulu belum juga menemukan titik terang, karena hampir semua anggota dewan yang berjumlah 30 orang tersebut menginginkan masuk menjadi anggota Banggar. Setelah ditelusuri, ternyata Banggar merupakan lahan basah bagi anggota dewan untuk mendapatkan penghasilan tambahan diluar gaji pokok sebagai anggota dewan. Karena di Banggar, selain membahas masalah uang, juga cukup dikenal paling banyak kegiatan. Secara otomatis setiap kegiatan yang dilakukan ada honorariumnya. Beberapa anggota dewan yang ditemui BE mengaku, bahwa tidak bisa dipungkiri duduk di Banggar merupakan jabatan strategis yang menjadi impian semua anggota dewan. “Kalau masalah kegiatan memang lebih banyak di Banggar dibanding menjadi angota dewan biasa, karena di Banggar membahas masalah keuangan daerah,” ungkap salah seorang anggota Banggar yang enggan menyebutkan namanya. Ia mengaku selama ini menjadi anggota Banggar, ia baru terasa menjadi pejabat yang sesungguhnya. Untuk itu, beberapa anggota Banggar saat ini enggan melepaskan jabatan tersebut. “Kalau saya tidak terlalu masalah, tapi kendalanya sama kawan-kawan yang lainnya yang bersikokoh mempertahankan diri dari anggota Banggar,” ucapnya. Ia mengakui bahwa Banggar merupakan tempat yang empuk bagi anggota dewan yang ingin mencari kekayaan, karena setiap anggaran yang dibahas, anggota Banggar bisa saja bermain dengan SKPD tertentu dengan membuat perjanjian atau kontrak fee jika anggaran tersebut disetujui Banggar sesuai dengan permintaan SKPD. “Kalau celah bermain memang besar, tapi semuanya tergantung kepada anggota dewannya masing-masing, terus terang kalau saya sendiri selama di Banggar tidak pernah melakukan hal yang keluar dari aturan,” tepisnya.

Hal senada diungkapkan anggota Banggar lainnya, Sa. Ia mengatakan tidak heran jika anggota DPRD berebutan ingin masuk Banggar, karena selama ini angota DPRD itu melihat apa saja yang dilakukan oleh anggota Banggar. Namun sayangnya anggota Banggar yang lama tidak mau mengalah. “Sebenarnya dalam aturan itu sudah dijelaskan, bahwa setiap 2,5 tahun harus dilakukan pergantian atau roling agar semua anggota dewan merasakan duduk di Banggar, namun sangat kita sayangkan ada anggota dewan yang tidak mau turun dari jabatan tersebut,” paparnya. Ia mengungkapkan satu hal yang menjadi santapan nikmat dewan, yakni pembahasan APBD-Perubahan yang tidak lama lagi akan dibahas, karena saat ini drafnya telah masuk ke Banggar. “Mungkin anggota dewan mengerti bahwa hal yang akan dilakukan Banggar dalam waktu dekat adalah pembahasan APBD-P, karena mereka tahu bagaimana sebenarnya dalam pembahasan tersebut,” ungkapnya. Kendati demikian, ia tetap beraharap agar kawan-kawannya yang telah mencoba menduduki kursi Banggar agar dapat mengerti dan memahami serta memberikan kesempatan kepada anggota dewan lainnya yang belum pernah menjadi pimpinan ataupun anggota Banggar. (400)