Bando Janjikan PS Bengkulu Lebih Baik

RATU SAMBAN, BE – Tongkat komando Pengpov PSSI Bengkulu telah berpindah dari tangan Kurnia Utama, kepada Bando Amin  C Kader.  Pelantikan Penprov PSSI Bengkulu dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Johar Arifin Husein di Hotel Santika, sekitar pukul 12.30. Karena adanya konflik, pelantikan tersebut tidak dihadiari oleh Kurnia Utama, yang diberhentikan di tengah jalan.

Usai dilantik, Bupati Kepahiang ini langssung ingin tacap gas dan tidak ingin menunggu lama dalam menjalankan program kerjanya.  Salah satu yang menjadi bidikan utamanya adalah, bagaimana mengembalikan PS Bengkulu bisa menjadi lebih baik lagi, dan mampu bersaing dengan club Divisi I dari daerah lain.

“Cikal bakal PS Bengkulu akan kita cari dari berbagai SSB yang ada. kemudian masalah stadion juga harus dilakukan perbaikan, tentu kita ingin PS Bengkulu bisa berbicara lebih banyak lagi, dan kuncinya adalah meningkatkan perbaikan SSB yang ada,” katanya.
Bando juga sangat berharap afgar konflik sepak bola nasional bisa segera usai. Dimana nantinya hanya akan ada satu kompetisi di Indonesia, dan saat ini PS Bengkulu akan segera bertarung dalam kompetisi musim mendaatang. “Masalah pendanaan akan kita tanggulangi dengan mencarikan sponsor, agar para pemain bisa fokus dalam menjalankan kompetisi,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum PSSI, Johar Arifin Husein, akan segera menutaskan konflik tersebut. Dimana saat ini pihaknya akan mempersiapkan pelaksanaan Munaslub PSSI pada 7 Desember mendatang di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sehingga konflik tersebut tidak lagi terjadi, dan Pengprov di daerah bisa lebih leluasa menjalankan kebijakan pusat. selain itu, pihaknya juga beruapya untuk menekan angka judi bola yang sudah semakin menggila tersebut.

“Ada beberapa statuta FIFA yang belum kita lakukan, dan ini butuh perbaikan. Diman dalam Munaslub nanti hal ini akan kita bahas, termasuk menyatukan dualisme kompetisi. Mengenai judi bola, tidak hanya di Indonesia namun sudah mendunia. Namun pemebersihan judi bola ini yang penting jangan perangkat pertandingan yang terlibat,” jelasnya. (160)