Bandit Brankas Terlatih dan Terorganisir

CURUP, BE – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Rejang Lebong (RL) langsung bergerak cepat untuk mengungkap pelaku pencurian Bank Safir Cabang Curup. Hingga Selasa (28/05), setidaknya telah 3 saksi memberikan keterangan terkait pencurian uang senilai Rp 40 juta dan sebuah handycam milik Bank Safir.
Mereka diantaranya NO (22) yang bertugas sebagai office boy (OB), serta ED (50) dan PD (45) tetangga rumah toko (ruko) yang ditempati bank tersebut. Dua tetangga Bank Safir tersebut mengaku sempat mendengar aktivitas para pencuri saat menjalankan aksinya.
Kapolres RL AKBP Edi Suroso SH melalui Kasat Reskrim AKP Margopo SH kepada Bengkulu Ekspress mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian Bank Syafir tersebut. “Kita memeriksa OB, yang terakhir mengunci pintu rolling door ruko. Serta tetangga kiri dan kanan yang sempat mendengar aktifitas pencuri,” terang Kasat.
Di bagian lain, ED salah seorang tetangga korban dijumpai kemarin mengaku sempat mendengar aktivitas di dalam ruko yang ditempati Bank Safir tersebut. “Setidaknya hampir 1,5 jam kami mendengar ada aktivitas di dalam ruko Bank Safir itu. Bunyi orang memukul-mukul, sangat teratur iramanya, bahkan ada bunyi mesin las. Kami tidak curiga, karena kami pikir sedang ada perbaikan di dalam ruko tersebut, tidak sampai berfikir maling,” tutur ED.
Aksi pencurian itu, disadari ED setelah melihat sebuah mobil jenis Avanza Hitam pergi meninggalkan ruko Bank Safir tersebut. “Setelah pencuri pergi kami baru tau kalau aktifitas tukang di dalam ruko itu ternyata maling,” aku ED.
Sementara itu, meski telah terjadi pencurian rutinitas Bank Safir sejak pagi kemarin terlihat normal dan kembali memberikan pelayanan perbankan, meski masih terlihat perbaikan aktifitas perbaikan beberapa kerusakan di rolling dan ruang tempat penyimpanan brangkas. “Kami sudah melakukan aktifitas normal kak,” jawab salah satu karyawan dijumpai wartawan.

Tanpa Pengaman
Tidak adanya penjagaan, kamera CCTV dan serta sensor alarm cukup disesalkan Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Mergopo SH. Diungkapkan Kasat, seharusnya bangunan milik perbankan yang menjadi tempat penyimpanan uang memiliki fasilitas pengamanan yang lebih baik. “Kita harapkan peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi perbankan, atau perkantoran lain yang berhubungan dengan aktivitas transaksi keuangan dan penyimpanan aset orang banyak. Bahkan bila perlu meminta bantuan polisi atau penjagaan Satpam atau petugas keamanan sewaan,” pinta Kasat.

//Profesional

Sementara itu aksi kawanan penjahat spesialis pembobolan brankas, sudah sangat meresahkan. Sebab dalam tempo dua hari hari tiga 2 brankas disikatnya. Yang pertama brankas PT MAF di Kota Bengkulu, kemudian keesokkan harinya brankas milik Bank Safir Cabang Kota Curup yang digasak maling ini. Mengingat modus atau cara yang dilakukan kawanan penjahat ini untuk menyikat uang tersebut di dua TKP (Tempat Kejadian Perkara) ini sama. Yaitu dengan cara merusak kunci roling door dan masuk kedalam ruangan tempat brankas diletakkan dan lagi-lagi kawanan tersebut mengetahui tempat brankas yang berisikan uang. Sehingga disinyalir pelaku pembobolan brankas di dua TKP tersebut adalah pelaku yang sama.
Ketika dikonfirmasi Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK, tidak menampiknya modus dan pelaku yang beraksi antar kabupaten/kota di dalam Provinsi Bengkulu beberapa waktu yang lalu adalah pelaku atau komplotan yang sama. Dijelaskan Kapolres saat ini jajarannya masih terus berusaha untuk mengungkap para pelaku pembobolan brankas tersebut. “Kita terus berupaya dengan melakukan koordinasi kepada anggota kita dilapangan, untuk melacak keberadaan para pelaku,” Jelas Kapolres Kemarin (28/5).
Ketika ditanyakan adanya dugaan jika aksi kawanan garong pembobol brankas tersebut terkait dengan pendanaan untuk kegiatan teroris di kawasan Pulau Jawa yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri beberapa waktu lalu, Kapolres belum dapat  memastikanya. “TKP pembobolan ini didua tempat dan jarak lumayan jauh. Yang jelas kita masih  melakukan penyidikan, sehingga saya belum dapat  mengungkapkan  hasil temuan anggota dilapangan. Yang jelas kita berusaha untuk mengungkap dan menangkap para pelaku,” terang Kapolres.
Ditambahkan Kapolres, jika para pelaku yang membobol brankas ini tergolong profesional. Sebab dalam menjalan aksinya para pelaku tidak meninggalkan jejak sedikitpun, termasuk sidik jari. “Saya juga belum dapat menyipulkan hasil penyidikan. Sebab anggota di lapangan masih berusaha untuk melakukan penyidikkan,” ungkap Kapolres.(711/999)