Bandara Fatmawati Masih Sepi

BENGKULU, BE – Meskipun maskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air telah kembali melayani rute penerbangan Bengkulu-Jakarta di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, namun hingga saat ini aktivitas di Bandara masih sepi. Sepinya aktivitas di Bandara di sebabkan jumlah penumpang yang sedikit akibat wabah Covid-19.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Fatmawati Bengkulu, Drs Sarosa MSi mengatakan, sejak 4 April 2020 PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Fatmawati Bengkulu melakukan penyesuaian pola operasional dari normal menjadi slowdown atau melambat setelah jumlah penumpang mengalami penurunan cukup drastis akibat wabah Covid-19.

Penyesuaian pola operasional bertujuan menjaga aspek kesehatan penumpang pesawat, pengunjung bandara, dan pekerja di bandara.”Penyesuaian pola operasional masih dilakukan, tapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Namun, hingga saat ini jumlah penumpang belum juga banyak,” kata Sarosa, kemarin (14/6).

Dalam dua tahun terakhir Bandara Fatmawati Bengkulu terus mengalami penurunan penumpang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019 penurunan penumpang terjadi akibat kenaikan harga tiket pesawat dan pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data yang dihimpun pada 2019 terjadi penurunan jumlah penumpang pesawat udara 72,47 persen dibandingkan 2018. “Pada 2018 jumlah penumpang pesawat udara mencapai 1.068.425 sementara pada 2019 turun menjadi 774.393 orang,” ujar Sarosa.

Menurutnya, penurunan penumpang tersebut mengakibatkan menurunnya jumlah penerbangan di daerah. Hal tersebut disebabkan, kenaikan harga tiket pesawat pada 2019 lalu. Selain itu, memasuki era normal baru pengawasan penumpang di Bandara Fatmawati Bengkulu juga kian diperketat mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sehingga menyebabkan penumpang juga mengalami penurunan akibat malas mengurus dokumen pendukung.

“Penumpang sepi wajar karena sejumlah syarat perjalanan yang harus dipenuhi selama masa pandemi juga ketat yaitu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah. Kemudian menunjukkan identitas KTP, surat tugas perjalanan dinas dan menunjukkan hasil tes uji cepat Covid-19 yang dinyatakan negatif,” tuturnya.

Selain itu, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Weni Dwi Kartika menjelaskan, calon penumpang juga sudah harus berada di bandara tiga sampai empat jam sebelum berangkat dalam rangka pemeriksaan dokumen. Hal ini agar petugas memiliki banyak waktu untuk memastikan kelengkapan dokumen penumpang.”Pengecekan kesehatan dan kelengkapan dokumen penerbangan kita lakukan tiga jam sebelum keberangkatan,” tutupnya.(999)