Bandara Fatmawati Dikelola AP II

BANDARA
IST/Bengkulu Ekspress
SERAHKAN: Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub resmi menandatangai kesepatan bersama penyerahaan Bandara Fatmawati Sokerano Bengkulu kepada PT Angkasa Pura II, Senin (27/8).

Terima Investasi Rp 500 M

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan secara resmi telah mengalihkan pengelolaan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, kepada PT Angkasa Pura (AP) II, Senin (27/8). Penyerahan pengelolaan bandara itu dilakukan Plt Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno kepada Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin.

“Kita bersyukur karena sekarang Bandara Fatmawati Soekarno telah resmi dikelola PT Angkasa Pura II, sehingga kedepan akan lebih baik lagi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatmiko, kemarin (27/8).

Seperti diketahui, PT AP II akan menggelontarkan dana investasi mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar untuk memicu Bandara Fatmawati Bengkulu menjadi bagian strategis dari visi membangun bandara berkelas internasional. Selama ini Bandara Fatmawati masih memiliki lalu lintas penerbangan sekitar 1 juta penumpang per tahun, dengan pengelolaan diambil alih AP II maka diharapkan lalu lintas penumpang semakin meningkat.

“Kita harapkan penampilan bandara akan semakin bagus. Dari sisi investasi akan dilakukan oleh AP II, dari sisi SDM juga terjadi peningkatan yang signifikan, dari sisi pelayanan juga, wajahnya akan jadi lebih baik,” terang Budi.

Budi menambahkan, proses alih kelola bandara Fatmawati diharapkan dapat rampung di awal 2019. Sehingga, AP II bisa langsung melakukan peningkatan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. “Proses sudah disiapkan, Kita harapkan di akhir tahun 2018 atau awal tahun 2019 sudah full running,” tambah Budi.

Seperti diketahui, penyerahan pengelolaan tersebut tidak hanya untuk bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu saja, melainkan Bandara Radin Intan II Lampung juga diserahkan ke PT AP II. “Jadi bukan hanya bandara Fatmawati saja tetapi Bandara Radin Intan II juga ikut dikelola AP II,” tegas Budi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Ir. M. Pramintohadi Sukarno M.ScĀ  menjelaskan, Bandar Udara Fatmawati Soekarno dan Bandar Udara Radin Inten II sehari-hari digunakan untuk melayani kepentingan umum dioperasikan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Dalam rangka peningkatan keselamatan dan kemanan penerbangan serta pelayanan kepada masyarakat dan juga peningkatan peran sektor penerbangan dalam mendukung kegiatan perekonomian, termasuk sektor pariwisata maka perlu dilakukan pengembangan baik fasilitas maupun pengoperasiannya oleh profesional pengelola bandar udara.

“Guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa bandara dan meningkatkan peran sektor udara dalam mendorong pariwisata, maka dirasa perlu untuk melibatkan pihak yang lebih berpengalaman untuk mempercepat peningkatan pelayanan melalui pengelolaan bandara yang lebih profesional,” kata Pramintohadi.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menandatangani kesepakatan bersama dengan pihak PT. Angkasa Pura II (Persero) guna merencanakan kerja sama dan menyusun kajian pengalihan pengelolaan di Bandar Udara Radin Inten II dan Bandar Udara Fatmawati yang meliputi pemanfaatan barang milik negara dengan pola Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

Adapun Kesepakatan Bersama ini berlaku sampai dengan 31 Desember 2018 terhitung sejak tanggal ditandatangani. Kesepakatan Bersama ini dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak dalam hal ini Ditjen Hubud dan AP II.

Adapun ruang lingkup Kesepakatan Bersama ini meliputi kesepakatan untuk mengeksplorasi peluang kerja sama Bandar Udara Radin Inten II Lampung dan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu yang berkelanjutan dengan menyusun Proposal Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara pada Bandar Udara Radin Inten II Lampung dan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, termasuk di dalamnya Rencana Investasi sesuai Rencana Induk Bandar Udara.



Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengaku, sangat optimis setelah bandara Fatmawati Soekarno resmi dikelola AP II. Hal tersebut merupakan kabar baik karena akan menjadikan Bandara Fatmawati Soekarno segera menjadi Bandara Internasional dan dapat membuka akses konektivitas Provinsi Bengkulu.”Mudah-mudahan, melalui peresmian ini, harapan masyarakat Bengkulu untuk menjadikan Bandara Fatmawati menjadi Bandara Internasional segera terwujud,” kata Nopian.

Ia menambahkan, melalui pengelolaan bandara oleh PT AP II, maka Provinsi Bengkulu akan berkembang sangat baik. Bahkan sektor investasi juga akan semakin tumbuh.

“Bandara Fatmawati saat ini masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU), dengan pengelolaan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II maka Provinsi Bengkulu semakin baik kedepan,” tutupnya.(999/151)