Ban Kiri Pecah, 2 Tewas

KEPAHIANG, BE – Kecelakaan tunggal yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa terjadi di Kepahiang. Kali ini kecelakaan terjadi di jalan lintas Kepahiang-Curup tepatnya di Desa Pagar Gunung Kecamatan Kepahiang sekitar pukul 13.15 WIB. Mobil jenis pick up yang membawa penumpang di bak mobil tiba-tiba saja ban kiri belakangnya pecah. Tak ayal para penumpang mobil naas tersebut berjatuhan. Bahkan mengakibatkan dua orang penumpang mobil Carry dengan nopol BD 9537 G tersebut atas nama Joni Iskandar (20) warga Desa Karang Anyar dan Ismael Harun (37), warga Kecamatan Ujan Mas tewas di tempat. Mobil nahas sendiri diketahui mengangkut enam penumpang. Joni tewas di TKP, setelah mengalami luka patah leher, serta keluar darah dari hidung, mulut dan telinganya. Sementara enam penumpang lainnya mengalami luka-luka. Serta korban tewas lainnya Ismail Harun sebelumnya yang mengalami luka parah akibat patah kaki kanan sempat dilarikan RSUD Kepahiang sebelum akhirnya meninggal dunia. Sedangkan 4 orang penumpang lainnya sampai dengan berita ini tulis masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kepahiang karena cedera yang dialaminya. Kasus kecelakaan ini langsung ditangani Sat Lantas Polres Kepahiang. Kapolres Kepahiang, AKBP Chaerul Yani, S.Ik melalui Kasat Lantas, AKP Dedi Kusnadi, SH mengungkapkan, dugaan sementara kecelakaan tunggal ini terjadi lantaran ban kiri belakang mobil pecah, sehingga tidak bisa dikendalikan. “Dugaan sementara ini adalah kecelakaan tunggal akibat dari ban belakang sebelah kiri pecah,” ujar Kasat. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyebutkan, kecelakaan tersebut berawal saat Hendri (38) warga Desa Pungguk Beringang Kecamatan Ujan Mas, meluncur dari arah Curup ke Kepahiang. Mobil pick up ini mengangkut lima orang penumpang yang duduk di belakang bak terbuka, serta satu orang penumpang duduk di depan. Kuat dugaaan jika sang sopir Hendri memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Hingga saat tiba di salah satu tikungan menurun, tiba-tiba saja ban kiri belakang mobil pecah. Hendri pun tak mampu mengendalikan laju mobilnya. Penumpang yang duduk di belakang pun berteriak histeris, hingga akhirnya mobil pun masuk ke jalur berlawanan arah dan berhenti setelah menabrak tebing tanah di sisi jalan. Darah pun berceceran, sementara kondisi mobil mengalami ringsek berat di bagian depannya.(505)