Balon Walikota Tes Kesehatan; Tes Psikologi dan Tes Urine

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Lima orang bakal pasangan calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu menjalani rangkaian tes kesehatan sebagai salah satu syarat untuk dinyatakan lolos sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota tanggal 12 Februari 2018 nanti. Tes kesehatan yang dilakukan pada Kamis (11/1) di ruang pertemuan Rafflesia RSUD M Yunus Bengkulu adalah tes psikologi dan tes urine. Tes kesehatan tersebut melibatkan tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

“Jadi kita sudah membuat Mou dengan IDI, BNN dan Himpsi dan mereka sudah menunjuk tim untuk melaksanakan sejumlah rangkaian tes kesehatan fisik, psikologi, kejiwaan dan tes urine. Untuk hari ini tes psikologi dan tes urine,” jelas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Darlinsyah.

Teknis dan metode pengetesan sesuai dengan otoritas tim yang sudah dibentuk oleh masing-masing lembaga kesehatan yang disebutkan dalam Mou dengan KPU. Yang pasti, tes dilakukan secara netral. Sebelum melakukan rangkaian tes kesehatan, KPU sudah mensosialisasikan kepada bakal pasangan calon dan Parpol pengusung mengenai langkah apa yang sudah disiapkan agar tidak kesulitan saat menjalani tes kesehatan.

“Kita sudah sosialisasikan kepada bakal pasangan calon dan Parpol pengusung, karena ini salah satu syarat mereka agar lolos menjadi pasangan calon tanggal 12 Februari nanti,” imbuh Darlinsyah.

Berkaitan dengan hasil tes kesehatan tersebut, nanti akan ada akumulasi setelah semua rangkaian tes kesehatan dijalani. Misalnya dari BNN, IDI dan Hipsi hasil tes dari pasangan calon akan diplenokan terlebih dulu dan hasilnya akan disampaikan pada tanggal 16 Januari 2018.

“Pengumuman nya tanggal 16 Januari nanti,” jelas Darlinsyah.

Sementara itu Kepala BNN Kota Bengkulu, AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos mengatakan ada enam parameter yang diambil dalam tes urine lima bakal pasangan calon. Yang pertama adalah tes morfin, kokain, ekstasi, sabu, ganja dan jenis obat terlarang lain. Enam parameter tersebut diambil dari urine masing-masing bakal pasangan calon. Keakuratan alat yang digunakan untuk tes urine lebih kurang 99 persen. Untuk hasil tes urine akan diplenokan terlebih dulu, kemudian baru diserahkan ke KPU dan diumumkan tanggal 16 Januari.

“Pada intinya tes urine ini sangat berguna untuk mencari pemimpin daerah yang clear dan bebas dari narkoba dan obat-obatan terlarang. Keakuratan alat yang kita gunakan untuk tes urine lebih kurang 99 persen,” tegas Alexander.

Tes hari kesehatan hari pertama dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah melakukan registrasi setiap pasangan calon kemudian masuk kedalam ruang pertemuan rafflesia untuk melakukan tes psikologi. Cukup lama bakal pasangan calon melakukan tes psikologi, lebih kurang sekitar 3 jam. Setelah selesai melakukan tes psikologi, secara bergantian satu persatu bakal pasangan calon melakukan tes urine yang sudah disediakan tidak jauh dari ruang pertemuan rafflesia.

Tidak ada terlihat muka tegang atau panik setiap bakal pasangan calon saat keluar masuk melakukan tes urine. Mereka bahkan menyapa awak media dan warga yang kebetulan melintas didepan ruang tes kesehatan. Tetapi raut muka mereka terlihat serius saat melakukan tes psikologi. Bakal pasangan calon duduk berjejer. Paling kanan mengenakan pakaian serba hitam adalah Erna Sari Dewi (ESD), dia duduk terpisah dengan pasangannya Ahmad Zarkasi.

Disamping ESD duduk Khairunisya mengenakan jilbab merah dan baju hitam didampingi pasangannya Jahin. Disamping pasangan Jahin – Khairunisya adalah pasangan Linda – Mirza yang mengenakan pakaian serba putih. Disamping pasangan Linda – Mirza ada pasangan David – Bakhsir kemudian disamping nya duduk pasangan Helmi-Dedy. Barulah disamping Dedy duduk pasangan ESD, Ahmad Zarkasi.(167)