Baliho Dirusak, Helmi Tetap Semangat

BENGKULU, BE – Calon Walikota H Helmi Hasan SE tetap termotivasi bersama rakyat memastikan 50.000 lapangan pekerjaan baru dan bantuan modal Rp 1 miliar perkelurahan, penyelenggaraan CPNS bersih dengan melibatkan Perguruan Tinggi (PT) di Bengkulu. Serta ketersediaan air bersih, listrik, insfrastruktur jalan dan pendidikan serta kesehatan berkualitas dan terjangkau. Kendatipun beberapa baliho yang telah dipasang oleh timnya dirusak oleh oknum tidak dikenal. “Pengrusakan baliho saya yang terjadi di semua tempat tetap saya sikapi dengan santai saja, bukan berarti baliho saya dirusak dan saya tidak diperhitungkan, itu artinya ada oknum tertentu yang merasa khawatir dengan majunya saya sebagai salah satu kandidat,” kata Helmi Hasan. Meskipun beberapa balihonya telah dirusak, namun ia tidak ingin menuduh siapa pun, sebab dalam dunia politik hal seperti itu dianggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Saya tidak ingin bernegatif thinking dengan siapapun, justru dengan adanya pengrusakan baliho saya itu akan menjadi motivasi saya, untuk bersama rakyat memenangkan Pilwakot ini. Pengrusakan baliho ini tidak akan mengendorkan semangat saya,” tuturnya Helmi menambahkan pihaknya mengajak semua elemen untuk mewujudkan Pilwakot damai. “Perlu kedewasaan dalam melihat persoalan Piwakot ini. Melalui kejadian ini kita bisa saling memberikan pemahaman. Karena kalau ada hal-hal yang seperti ini bisa memperkeruh stabilitas. Saya punya baliho dirusak, ada black champaign muncul, akhirnnya kan bisa membakar emosi masyarakat. Sebagai kandidat mari kita bertanggung jawab sama-sama, untuk memberikan suasana kesejukan di Pesta Demokrasi kali ini,” kata Helmi. Ia juga memaklumi jika ada kandidat yang menganggap programnya tidak realistis. Bahkan di beberapa kesempatan, ada kandidat yang memburuk-burukkan programnya. Tidak hanya itu, salah satu tim sukses calon lain juga selalu memburuk-burukkan program Helmi di hadapan masyarakat. “Kami memaklumi mereka memburuk-buruhkan program kami. Sehingga, di setiap tempat menganggap program untuk rakyat ini sebagai pembohongan publik,” katanya. Tindakan calon dan tim sukses yang memburuk-burukan programnya yang pro rakyat itu, menunjukan mereka tidak mampu membuat program menyentuh rakyat. “Artinya kalau mereka tidak mampu, jangan memburuk-burukan program calon lain. Pilwakot ini menawarkan program kepada rakyat. Kalau mereka (kandidat) punya program bagus, silahkan tawarkan pada masyarakat. Bukan malah sibuk memburuk-burukkan program kami,” ujarnya. Sehingga, kata Helmi, jangan menyamakan antara orang lain dengan dirinya. Sebab, dia sendiri telah mengkaji program-program yang ditawarkan kepada rakyat bisa dilaksanakan. “Ketika kami menawarkan program nyata, APBD untuk rakyat, pengadaan lapangan pekerjaan baru, dan muncul provokasi bahwa itu pembohongan publik. Program ini dianggap tabu. Ini wajar, karena selama ini sangat jarang ada pemimpin yang memikirkan rakyat,” ujar Helmi. Sehingga, ketika dirinya membuat program yang jelas untuk rakyat, dengan rincian-rincian yang jelas pula. “Kalau mereka tidak mampu, jangan samakan orang lain juga tidak mampu. Mampu tidak mampu itu tergantung niat pemimpinnya. Kalau niatnya tulus iklas, insya Allah dengan Ridho Allah SWT, mampu mewujudkan itu. Tetapi, kalau pemimpin hanya mementingkan dirinya sendiri, dan keluarga, tentu mereka sudah pesimis duluan,” ujarnya. Seperti diketahui, calon walikota yang juga adik Menteri kehutanan Zulkifli Hasan itu, akhir-akhir ini mendapat serangan secara bertubi-tubi. Dibeberapa sudut, baliho pasangan Helmi-Linda dirusak oleh orang tak dikenal. Program Helmi-Linda yang akan memperjuangkan lapangan pekerjaan dan bantuan modal UMKM, dianggap sebagai ancaman serius. Selain itu, dalam setiap keksempatan ada calon lain yang justru memburuk-burukkan programnya.”Ya saya ucapkan terima kasih, saya yakin masyarakat Kota Bengkulu sudah cerdas semua,” tegas pria yang dikenal santun itu. (bis)