Balai Rafflesia Diduga Dirusak

DIDUGA DIRUSAK - Plavon PVS di Balai Rafflesia yang merupakan gedung kebanggaan Pemda Benteng diduga dirusak oleh OTD
Bakti/Bengkulu Ekspress
Plavon Balai Rafflesia yang merupakan gedung kebanggaan Pemda Benteng ini diduga dirusak orang tak dikenal, kemarin (20/8)

KARANG TINGGI, Bengkulu Ekspress– Lama tak dimanfaatkan, Balai Rafflesia yang berada di pusat perkantoran Pemkab Benteng di Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi memprihatinkan. Bangunan megah yang menelan anggaran sekitar Rp 9 miliar ini diduga dirusak orang tak dikenal (OTD).

Pantauan Bengkulu Ekspress, semua plafon PVC yang telah terpasang rapi semuanya telah terkelupas dan berserakan di lantai. Bahkan, tak sedikit serpihan plafon tertancap pada plafon yang terpasang paling tinggi. Ketika dikonfirmasi, Kabag Umum dan Setda Pemkab Benteng, Iswahydi SSos mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab rusaknya plafon gedung kebanggaan Pemda Benteng tersebut.

“Memang benar, semua plafon Balai Rafflesia mengalami kerusakan. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Sebab, saya tidak melihat langsung saat pengerusakan terjadi,” ungkap Iswahyudi

Lebih lanjut, Ujang mengatakan, kerusakan yang terjadi menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Sebab itu, Ujang mangaku akan mengajukan usulan perbaikan Balai Rafflesia agar bisa kembali dimanfaatkan seperti sediakala.



“Usulan akan kita sampaikan dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Benteng tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, ketika ditanya menganai apakah akan menempuh langkah hukum, Ujang mengatakan belum menentukan sikap. Di sisi lain, Ujang mangatakan bahwa dugaan pengerusakan aset Pemda merupakan tamparan keras untuk lebih berhati-hati.

Sebab itulah, kata Ujang, ia akan menyampaikan usulan pembangunan rumah jaga di kawasan Balai Rafflesia. “Kami mengharapkan agar Dinas PU bisa membangun rumah jaga di Balai Rafflesia pada tahun 2019. Nantinya, kami akan menempatkan honorer untuk bertempat tinggal di rumah jaga,” pungkas Ujang. (135)