Balai Mental Dharma Guna Bengkulu Buka Laboratorium Sosial

 

IST/BE – Balai Mental Dharma Guna Bengkulu saat menerima kunjungan kerja Dinas Sosial dan studi banding PSBAWEP Provinsi Jambi, Senin (27/7).

BENGKULU, BE – Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Dharma Guna Bengkulu membuka laboratorium sosial.

Kepala BRSPDM Dharma Guna Bengkulu, Dardi SSos mengatakan, dibukanya laboratorium sosial tersebut sebagai wadah atau lokus praktik bagi mahasiswa perguruan tinggi dan pusat studi banding instansi atau lembaga lain mengenai pelayanan rehabilitasi sosial tingkat lanjut.

“Sejak bertransformasi dari panti menjadi balai pada tahun 2019 lalu, fungsi balai ini tidak hanya tempat rehabilitas saja, tapi juga memiliki fungsi laboratorium sosial,” terang Dardi kepada BE, kemarin (27/7).

Diterangkannya, sudah banyak yang memanfaatkan laboratorium sosial tersebut. Tidak hanya panti-panti yang ada di Bengkulu, tapi juga dari luar Provinsi Bengkulu juga banyak memanfaatkan laboratorium sosial tersebut. Seperti kemarin (27/7), BRSPDM Dharma Guna Bengkulu dikunjungi oleh Panti Sosial Bina Anak Wanita dan Eks Psikotik (PSBAWEP) Provinsi Jambi.

“Banyak program dan kegiatan serta berbagai model layanan yang diselenggarakan oleh balai. Termasuk mekanisme pelayanan rehabilitasi sosial tingkat lanjut yang diberikan kepada penerima manfaat,” tambahnya.
Sementara itu, sebagai pusat rujukan penyelenggaraan rehabilitasi sosial tingkat lanjut bagi penyandang disabilitas mental khususnya di Pulau Sumatera, Balai Mental Dharma Guna di Bengkulu menyambut baik rencana kerja sama dengan pihak Dinas Sosial Provinsi Jambi maupun PSBAWEP Provinsi Jambi.

“Kita sambut baik, siapapun yang ingin melakukan kerjasama. Karena memang balai kita ini sebagai tempat rujukan,” tutur Dardi.

Di sisi lain, Kepala Panti Sosial Bina Anak Wanita dan Eks Psikotik (PSBAWEP) Provinsi Jambi, Hayat Yahya mengatakan, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan BRSPDM Dharma Guna Bengkulu. Karena pihaknya membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk proses rehabilitas tingkat lanjut.

“Populasi penyandang disabilitas mental di Provinsi Jambi cukup banyak dan memerlukan pembinaan serta memberikan bekal keterampilan kepada PM,” ungkap Hayat.

Hayat berharap jalinan kerja sama dengan BRSPDM Dharma Guna Bengkulu dalam hal penyelenggaraan rehabilitasi sosial kepada penyandang disabilitas mental yang berasal dari Provinsi Jambi dapat diterima dengan baik. Bahkan rombongan PSBAWEP Provinsi Jambi yang berjumlah 15 orang berkesempatan menggali dan mengumpulkan data dan informasi tentang dasar-dasar serta pedoman penyelenggaraan program rehabilitasi sosial Balai Mental Dharma Guna di Bengkulu.

“Hasil ini nanti akan kita terapkan di Jambi,” tutupnya. (151)