Bakal Masuk Ranah Komdis

211929_653826_persija_suporter_ricJAKMANIA menilai penyerangan yang dilakukan terhadap bus Persib merupakan akumulasi dari kemarahan. Salah seorang suporter Andi Rohi, menyebut keputusan kepolisian agar Persija menggelar pertandingan tanpa penonton sebagai penyulutnya.

“Ini karena Panpel sendiri, kami dilarang menonton. Ya, karena sudah emosi tidak bisa masuk stadion, begini jadinya, larinya ke bus pemain. Kalau penonton bisa masuk, konsentrasi mereka pasti ke lapangan, agar bisa masuk,” ujarnya.

Kejadian penyerangan yang dilakukan oleh suporter terhadap bus pemain Persib Bandung membuat PSSI menilai perlu ada ruang konsentrasi lebih untuk sepak bola ke depan. Bukan hanya berpikir tentang klub dan regulasi kompetisi, tapi juga membangun kinerja yang lebih maksimal dengan Negara, dalam hal ini kepolisian sebagai penanggung jawab keamanan.

Sekjen PSSI Joko Driyono menyebut bakal ada terobosan ke depan sehingga masalah penyelenggaraan tak hanya terhenti di Panpel. Khusus pertandingan dengan tensi tinggi dan melibatkan rivalitas fans, sehingga pertandingan bisa dimaksimalkan.

“Sudah bukan waktunya lagi polisi meminta pertandingan tanpa penonton dan memindahkan pertandingan. Ini bukan sepak bola Industri yang diimpikan. Karena itu perlu kolaborasi PSSI, PT LI dengan kepolisian untuk pelaksanaannya. Selama ini masih kurang,” terang Joko.

Di sisi lain, PT LI juga besar kemungkinan melimpahkan masalah gagalnya laga Persija v Persib ini ke komisi disiplin (Komdis) PSSI. Sebab, Joko menilai banyak hal yang harus diperiksa. Selain ada yang bakal terjawab dengan regulasi, ada juga masalah yang menurut dia yang masuk ke ranah komisi disiplin. (aam/ko)