Bakal Ada Mutasi, Lanjutan

MEDI/Bengkulu Ekspress Wakil Walikota Dedy Wahyudi melantik pejabat eselon II, III, dan IV di ruang rapat Hidayah kantor Walikota Bengkulu, kemarin (25/3).

Pemkot Cari Pejabat  Loyal Pada Pimpinan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu menggelar mutasi perdana diera kepemimpinan Helmi-Dedy, kemarin (25/3).  Setidaknya ada 7 pejabat eselon II, 17 eselon III dan 11 pejabat eselon IV dilantik dalam jabatan baru oleh Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM di ruang rapat Hidayah Kantor Walikota Bengkulu sekitar pukul 16.00 WIB, kemarin sore.  Mutasi ini dilakukan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, karena Pemkot sempat meyakinkan masyarakat bahwa mutasi baru akan digelar usai pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

“Kami ini punya utang kepada masyarakat, saat kampanye dulu kami selalui menjanjikan program pro rakyat. Tentu kami pilih pejabat yang bisa membantu kami, ini yang harus kita pahami,” kata Dedy.

Adapun 7 pejabat eselon II yang dilantik dalam jabatan baru tersebut lihat grafis. Dijelaskan Dedy bahwa proses rotasi dan mutasi ini sangat diperlukan untuk penyegaran dan sebagai upaya akselerasi agar program-program yang direncanakan terlaksana dengan baik.  “Ketika pemimpin memandang perlu dilakukan evaluasi, maka selayaknya kita semua harus siap dan itu adalah bagian dari pakta integritas,” jelas Dedy.



Pun demikian, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan terjadi mutasi gelombang ke 2, sebab pada mutasi pertama ini menyisakan banyak jabatan kosong, seperti Kepala Dinas PUPR, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Kepala Bapelitbang. Ditambah lagi ada belasan jabatan eselon III dan IV yang juga masih kosong.

Walikota dan Wakil Walikota serta Sekda selaku Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para pejabat untuk menentukan penempatan jabatan yang sesuai dengan latar belakang dan bidangnya.

“Janji loyal pada pimpinan ini harus benar-benar diaplikasikan, bukan sebatas ucapan, dengan catatan perintah atasan tidak melanggar aturan. Bapak/ibu boleh menolak perintah Walikota atau Wawali atau Sekda jika itu melanggar aturan,” papar Dedy.

Atas rotasi dan mutasi ini, pihaknya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sudah dilakukan selama ini, dan diharapkan mampu melaksanakan tugas pada posisi jabatan yang baru.  “Amanat ini berat dan setiap saat pimpinan dengan kewenangannya berhak untuk mengevaluasi jabatan yang telah diamanatkan,” pungkas Dedy. (805)