Baju Batik Tokoh Agama di Kota Bengkulu Selesai November 2020

Ilustrasi baju batik

BENGKULU, BE – Pembuatan seragam batik untuk para tokoh agama seperti imam, khatib, bilal, gharim, rubiah, da’i, daiyah, guru ngaji serta ketua RT, RW dan hansip ditargetkan selesai November mendatang. Ada 1.700 baju batik yang akan dibuat oleh Pemerintah Kota Bengkulu dengan anggaran mencapai Rp 450 juta.
Berdasarkan data yang terhimpun BE, setiap baju batik dianggarkan sebesar Rp 300 ribu.
Kepala BPKAD Kota Bengkulu, Arif Gunadi mengatakan, untuk pengadaan baju batik ini sudah lama disulkan oleh tokoh agama, ketua RW dan RT. Namun akibat keterbatasan anggran, hal tersebut harus ditunda, sehingga baru tahun ini bisa dilaksanakan.
“Ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Bengkulu terhadap tokoh agama, ketua RT dan RW serta hansip,” ucap Arif, Selasa (15/9).
Ia menjelaskan, nantinya dalam pengadaan baju batik seragam ini akan diserahkan ke masing-masing kecamatan dan untuk biayanya akan ditransfer ke rekening kecamatan.
“Target kita di bulan November nanti pengadaan 1.700 baju batik ini selesai dan bisa segera dibagikan kepada ketua RT, RW, tokoh agama dan hansip,” jelasnya.
Ia mengatakan, nantinya baju batik seragam ini wajib dipakai atau digunakan setiap kegiatan formal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu.
“Kita minta setelah dibuat, baju batik ini jangan tidak dipakai, wajib dipakai jika ada acara formal dari Pemkot Bengkulu,” tuturnya.
Sementara itu, Arif mengatakan, jika nantinya ada yang belum mendapatkan seragam baju batik ini, ia minta bersabar.
“Namun saya minta semuanya sabar dan jangan takut tidak kebagian, semuanya akan dapat. Oleh sebab itulah pengadaannya diserahkan perkecamatan yang paham dan mengetahui berapa jumlah tokoh agama, ketua RT dan RW-nya,” tutupnya. (529)