Bagikan 300 Sajadah dan Sembako

BAGIKAN: Ketua DPC PDI-P Kaur Martina Sulistia saat membagikan sajadah dan sembako kepada masyarakat Kaur, Minggu (1/8).

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui yayasan Puan pancasila untuk anak negeri memberikan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah masyarakat Kaur yang terdampak Covid-19. Melalui Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kaur terdapat 300 paket sajadah dan beberapa paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat,Minggu (1/8).

“Alhamdulillah sudah kita menyalurkan 300 sajadah dan paket sembako dari PDI perjuangan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kaur Martina Sulistia Wati, Minggu (1/8).

Dikatakan Martina, dimana bantuan sembako itu diberikan langsung kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 dari keluarga kurang mampu, meski tidak seberapa diharapkan sembako itu dapat meringankan beban masyarakat ditengah pademi Covid. Selain membagi bagikan sembako PDI perjuangan juga mengedukasi masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak hingga mencuci tangan menggunakan sabun. Dimana ini merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai covid-19 yakni dengan mengikuti anjuran pemerintah.

“Dimasa pademi covid ini kita akui banyak masyarakat yang terdampak, harapan kita masyarakat tetap mematuhi prokes menjaga kesehatan dan juga rajin beribadah,” terangnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga melakukan kunjungan sejumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Kaur, selain menyalurkan bantuan sembako juga pihaknya menghimbau kepada pimpinan pondok pesantren untuk dapat membimbing para santrinya untuk tetap mematuhi prokes dan tentunya tak lupa meningkatkan iman dan taqwa kepada yang kuasa ditengah pademi.

“Dengan kondisi seperti ini sangat membutuhkan dukungan bersama agar kita dapat bangkit dari pademi, kami menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tandasnya. (618)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*