Badak Sumatera Punah?

CURUP, BE- Keberadaan badak Sumatera, khususnya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) diperkirakan telah punah. Hasil pendataan TNKS, ada tanda- tanda jejak badak di wilayah TNKS di Kabupaten Mukomuko sekitar dua ekor, namun dari tanda-tanda jejaknya hingga saat ini belum diketahui kebenaranya. “Ada jejak kaki badak di Mukomuko, namun hingga saat ini belum dipastikan bahwa dua jejak badak tersebut benar-benar ada atau tidak,” kata Kepala Bidang Pengolahan TNKS wilayah Bengkulu Sumsel Donal Hutasaib kepada wartawan kemarin. Menurutnya, keberadaan badak Sumatera yang dilindungi sudah hampir punah, bahkan dua ekor yang diprediksi masih ada jejaknya belum terbukti masih ada atau tidak hewan tersebut. Ia juga menyampaikan, punahnya badak Sumatera tersebut disebabkan karena perburuan liar oleh oknum yang tidak bertangungjawab. “Sebalumnya ada puluhan badak yang masih terdeteksi di kawasan TNKS, namun data terakhir ada dua di Mukomuko namun hingga saat ini belum ditemukan,” katanya. Tingginya angka perburuan, sambung Donal, bukan hanya membahayakan komunitas hewan dilindungi lainnya seperti Harimau Sumatera. “Kalau harimau sumatera yang sudah terdata masih ada sekitar 166 ekor yang masih berkembang, namun diperkirakan ada yang mati karena usia maupun perburuan,” katanya. Donal menerangkan, patroli polisi hutan TNKS sering menemukan jerat-jerat yang sengaja dipasang untuk menjerat hewan langka. “Di beberapa titik masih ada bekas jerat, dan jika kami temukan kami lepas jerat tersebut,” ungkapnya. (999)