BADAI MENERJANG

BINTUHAN, BE- Cuaca buruk benar-benar masih mengancam Bengkulu. Kemarin, angin badai mengamuk di wilayah perairan Kaur. Akibatnya, selain mengobrak-abrik sejumlah bangunan, sarana umum, badai yang dinamai Jupiter itu juga mengakibatkan nelayan sempat digulung ombak. Akibatnya, dua warga tewas, seorang kritis dan enam lainnya selamat. Korban tewas adalah dua nelayan asal Kecamatan Maje. Masing-masing A Tarif (50), warga Desa Linau, Kecamatan Maje, dan Suhar (40), warga Benteng Harapan. Sedangkan satu lainnya dalam kondisi kritis dilarikan ke RSUD Hasan Damrah BS bernama Supri (37), warga Benteng Harapan. Adapun yang selamat setelah digulung ombak adalah Putra (21), Benizom (30)–warga Desa Linau; dan warga asal Merpas, Kecamatan Nasal, masing-masing Saimani (19), Supriadi (35), Azizi (36), dan Haidir (45). Data terhimpun BE, korban Tarip diperkirakan tewas sekitar pukul 09.05 WIB setelah beberapa menit sebelumnya angin kencang atau badai Jupiter menerpa perairan Bintuhan. Saat itu korban sedang mencari ikan menggunakan perahu dayung (sampan) di perairan laut Linau atau berjarak sekitar 1 mil dari daratan. Saat melaut tiba tiba angin bertiup kencang.

Kejadian yang sama menimpa perahu yang ditumpangi Suhar dan Supri. Perahu dayung yang dikemudikan Supri juga mendarat darurat di lokasi yang tidak berjauhan hanya berjarak kisaran 200 meter dari perahu korban Tarip. Korban Suhar dan Supri juga jatuh dari perahu dan digulung ombak. Rekan-rekan nelayan lainya berupaya melakukan pencarian dengan menyelusuri pantai. Pertama kali ditemukan korban Tarip. Dia ditemukan dalam posisi tertelungkup. Menyusul korban Suhar bersama rekannya Supri yang ditemukan dalam kondisi kritis. Korban Suhar dan Supri sempat dilarikan ke Puskesmas Linau. Malang, nyawa Suhar tak tertolong. Dia meninggal di puskesmas sekitar pukul 09.35 WIB. Sedang Supri yang dilarikan ke RS Hasan Damrah BS, menyusul kepergian Suhar, beberapa menit kemudian. Sementara dua nelayan yang mengalami kejadian serupa, Putra (21) dan Benizom (30), selamat setelah mendarat darurat di dekat pelabuhan kecil. Hanya perahu dayung mereka hancur berkeping-keping setelah dihantam ombak. Saat ini kondisi keduanya sehat. Kades Linau Sirajudin Abbas mengakui ada warganya yang tewas bernama Tarip. Menurut Kades seperti biasa nelayan linau melaut sekitar pukul 05.30 WIB, saat itu kondisi laut dan cuaca membaik hingga beberapa nelayan memutuskan mencari ikan. Sayangnya kondisi alam tidak bisa ditebak. Angin bertiup kencang sehingga kecelakaan tidak bisa dihindarkan. “Ketiga korban, masing masing Tarip, Suhar dan Supri, memang melaut dari pelabuhan Linau. Kami atas nama warga dan pemerintah desa sangat berduka. Tadi (kemarin,red) korban Tarip dimakamkan di TPU Desa Linau sekitar pukul 13.35 sedangkan korban Suhar dimakamkan di TPU Desa Benteng harapan sekitar pukul 16.05 WIB,” ujarnya. Sebelumnya kepolisian sudah melakukan identifikasi pada kedua jasat korban.

Sementara itu, Kades Merpas Darul Katni membenarkan 4 Warganya selamat setelah mereka berhasil berenang kemudian ditolong oleh nelayan lainnya. Namun kerugian masing-masing cukup besar. Di antaranya jaring hilang, perahu fiber digulung ombak, dan mesin tempel tanpa sisa. Kapolres Kaur AKBP H Andi Heru Santo SH SST MK melalui Kasat Reskrim AKP A Lumban Raja yang lansung melakukan kunjungan ke rumah duka mengungkapkan, korban meninggal dunia diduga karena banyak minum air laut. Musbibah itu murni kecelakaan.

Data Sementara Korban Nelayan 

No Nama Alamat Kerugian Keterangan
1 Tarif (50) Desa Linau Perahu, Mesin Meninggal
2 Suhar (40) Desa Benteng Perahu, Jaring Meninggal
3 Putra (21) Desa Linau Jaring Selamat
4 Benizom (30) Desa Linau Jaring, Dayung Selamat
5 Saimin (1) Desa Merpas Perahu Fiber, Jaring (Rp 35 juta) Selamat
6 Supriadi (35) Desa Merpas Perahu Fiber Selamat
7 Azizi (36) Desa Merpas Perahu dan Jaring Selamat
8 Haidir Desa Merpas Parahu dan Jaring Selamat
9 Supri (37) Desa Benteng Parahu Dirawat

Kantor Polres dan Kejari

Di daratan, badai Jupiter juga merusak fasilitas lain. Di antaranya kantor Mapolres dan kantor Kejari. Di Mapolres, pemancar sepajang 12 meter roboh menimpa lokasi perkantoran Mapolres Kaur. Sehingga kerusakan terlihat bagian atap seng jebol sehingga anggota Mapolres harus bergotong royong. Sementara di kantor Kejari, badai merobohkan garasi berkururan 6 X6 meter. “Ini namanya musibah harus disikapi bersama, bukan disengaja oleh karena itu kita juga berpesan kepada masyarkat musibah itu bisa jadi kapan saja, kita harus siap untuk menyikapinya,” ujar Kapolres Kaur AKBP Andi Heru Santo SH Sst MK

Kantor/lembaga

No Kantor / Lembaga Kerugian
1 Kantor Polres Ditaksir Rp 10 juta
2 Garasi Kejari Bintuhan Ditaksir Rp 15 Juta

Pohon, Reklame dan Tiang Listrik 

Pemandangan puluhan kayu tumbang dan tiang listrik patah nampak di Jalan Desa Latihan, Pengubaian, Bakal Makmur, Muara Tetap, Tetap dan Padang Guci. Semuanya kini telah dibersihkan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kaur, setelah menerima laporan. “Kita siap melakukan upaya pengamanan dan juga kebersihan, hal ini sudah kita antispasi terutama penggunan jalan di wilayah jalan negara. Semuanya sudah kita bersihkan,” ujar Kepala BPBD Kaur Drs Mulyadi Usman MM kepada BE kemarin.