Badai, Atap 5 Rumah Rusak

Los Pasar Ditimpa Kayu

 

AMBRUK: Atap rumah warga ambruk setelah dihantam badai, Selasa (16/1) pagi.
AMBRUK: Atap rumah warga ambruk setelah dihantam badai, Selasa (16/1) pagi.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Badai yang melanda wilayah Bengkulu Selatan pagi kemarin menyebabkan banyak rumah warga rusak. Pasalnya hujan yang disertai angin kencang menyebabkan kayu roboh dan atap rumah melayang.

“Dari pantauan kami, ada 5 unit rumah yang atapnya rusak serta atap los Pasar Kutau yang juga rusak ditimpa pohon,” kata Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah, Yarusdi Yunir, Sos, didampingi kabid Kedaruratan dan Logistik, Arief Antony, S.Sos.

Menurut Yarusdi, dari sejumlah rumah yang atapnya rusak diantaranya ada dua unit rumah yakni milik Yetti warga Pematang Bangau dan milik Anuar warga Gang Panorama, Kelurahan Tanjung Mulia, Pasar Manna yang terbang. Kemudan rumah Jeni warga pantai pasar Bawah atapnya rusak lantaran kayu cemara dekat rumahnya dan ujung kayu tersebut menimpa atap rumahnya, hingga menyebabkan sebagian seng lepas. Sedangkan dua rumah lagi yakni Milik Adnan dan Yahardin warga Gang Panorama, atapnya rusak, lantaran ditimpa atap rumah milik Anuar yang terbang menimpah atap kedua rumah tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya bagian atas rumah korban saja yang rusak,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, Yarusdi menambahkan, pihaknya siap memberikan bantuan masa panic. Hanya saja, pihaknya menunggu laporan dari ketua RT setempat. Selain itu, bagi warga yang menjadi korban bencana alam yang belum terdata pihaknya, dirinya mengimbau agar kepala desa atau ketua RT setempat dapat menghubungi pihaknya.

“Bagi rumah korban yang menjadi bencana alam, kami harap ketua RT atau Kades setempat segera melapor ke kami agar bisa kami sampaikan bantuan masa panic,” imbuhnya.

Yarusdi menjelaskan, masa cuaca ekstrim diperkirakan berlangsung mulai Januari ini hingga Maret mendatang. Oleh karena itu, dirinya menghimbau agar warga selalu waspada agar tidak menjadi korban keganasan bencana alam.

“Untuk diketahui cuaca ekstrim ini akan berlangsung hingga Maret, jadi warga harus selalu waspada agar tidak menjadi korban bencana alam,” imbau Yarusdi.

Kepala Dinas Sosial Bengkulu Selatan, Drs. Heriyadi melalui Tenaga kerja sukarela Kecamatan, Radius Marwan mengatakan, setelah mengetahui adanya rumah korban badai, pihaknya langsung mendatanya, Kemudian menyampaikan bantuan masa panic kepada warga korban bencana badai tersebut. “Kami ikut prihatin dengan adanya atap rumah warga yang rusak akibat diterpa badai, pagi tadi (kemarin red), kami sudah menyalurkan bantuan masa panic ke rumah korban,” ujarnya.

Adnan (60), warga gang Panorama yang atap rumahnya rusak menuturkan, kejadian angin kencang disertai hujan deras mulai pukul 04.30 WIB pagi kemarin. Kemudian sekitar pukul 05.00 WIB atap rumah tetangganya, Anuar terbang, kemudian menimpah atap rumahnya.

“Saat kejadian Anuar sedang pergi hanya ada anak dan istrinya di rumah, saya tahu saat ada suara keras terdengar dari atap rumah, setelah dicek atap rumah bagian belakang sudah rusak, dan ternyata penyebabnya atap rumah Anuar yang terbang menimpa atap rumah kami,” terang Adnan. (369)