Babogi Asal Bengkulu Pembentang Bendera di Istana Negara

Babogi seusai melaksanakan tugas membentangkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara, Jumat (17/8/2018)
Babogi seusai melaksanakan tugas membentangkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara, Jumat (17/8/2018)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Bengkulu kembali mengukir prestasi gemilang dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indoensia (HUT RI) di Istana Negara tahun ini. Anggota Paskibraka asal Bengkulu, Babogi Ika Lawang pelajar kelas X (sepuluh) SMAN 2 Kota Bengkulu didaulat sebagai petugas pembentang bendera pada upacara HUT RI, di Istana Negara, Jumat (17/8/2018).

“Alhamdulillah, tahun ini siswa kita kembali terpilih sebagai tim inti paskibraka nasional di Istana Negara, ” ungkap Kepala SMAN 2 Kota Bengkulu Bihanuddin MPd ketika diwawancarai Bengkulu Ekspress kemarin (17/8/2018).

Babogi Ika lawang masuk dalam tim kelompok delapan tim nusa untuk mengemban tanggungjawab sebagai pembentang sang saka merah putih. Dengan terpilihnya Babogi Ika Lawang ini, artinya pelajar Smanda sudah dua tahun berturut-turut terpilih dalam anggota pasukan bendera pusaka di istana negara.

Dikatakanya, tahun lalu, siswa SMAN 2 Kota Bengkulu, Riyanto Fajriansyah juga mendapatkan amanah yang sama.

“Ini mencatat sejarah baru, dan tentunya sangat membanggakan sekolah dan daerah,”katanya.

Wakil Kepala sekolah Bidang Humas SMAN 2 Yemi Santyana menuturkan, Babogi Ika Lawang tercatat sebagai anak sulung dari pasangan Hendri Edison dan Masidawati. Keduanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Babogi dilahirkan di Bengkuku, 7 Februari 2002, saat ini baru duduk di kelas X (sepuluh) unggul, jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Karena baru masuk, prestasinya belum menonjol, namun dia juga aktif di eksktrakulrikuler silat.

Secara fisik,  Babogi memiliki postur tubuh tinggi dan badan yang tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar. Jika dijajarkan dengan kakak tingkatnya Riyanto Fajriansyah yang juga tim paskibara nasional tak jauh berbeda,” imbuhnya.

Pembinaan Bogi di Bengkulu

Selama di Bengkulu,  kata Yemi, informasi dari pembina Paskibraka, Bogi sempat dibina seniornya Riyanto. Saat di sekolah dibina dalam PBB ataupun fisik.

Sementara itu, Salah Seorang Pendamping dari Bengkulu, Sauman saat dikonfirmasi mengaku cukup bangga pelajar Bengkulu kembali terpilih sebagai pembentang bendera pada upacara HUT RI di Istana Negara tersebut. Selama masa karantina, Bogi memang cukup intens terlibat dalam tim inti dan kerap ditunjuk sebagai pembentang bendera. Bogi juga dilibatkan dalam tim lain seperti kelompok 17.

Dibeberkan Sauman, dirinya berada di satu lokasi di Istana Negara saat upacara 17 Agustus itu,  namun ia bertugas secara terpisah. “Saya fokus diprotokoler dan lokasi berbeda. Pada saat pengibaran itu,  kedua orang tua juga di undang,  hanya saja saya belum ketemu,” tandasnya. (247)