Babel Juara Umum Panjat Tebing

SUMBANG PERAK: M Relly Al Fiqri (kaos putih) atlet panjat tebing Bengkulu berteriak usai mengalahkan atlet Bangka Belitung dalam pertandingan semi final panjat tebing kategori speed track perorangan putra Porwil X Sumatera, Selasa (5/11). Di babak final M Relly Al Fiqri harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan Glenn Bakri atlet Sumatera Utara.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress-Kontingen asal Bangka Belitung (Babel) berhasil mempertahankan juara umum Cabang Olahraga (cabor) Panjat Tebing di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X setelah berhasil meraih 5 medali emas dari total 16 medali emas diperebutkan. Selain itu, kontingen Babel juga berhasil meraih 2 medali perak dan 4 medali perunggu.

Untuk diketahui, dari 16 nomor yang dipertandingkan, kontingen Babel berhasil menyabet 11 medali dengan rincian 5 medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu. Sedangkan kontingen Aceh berhasil meraih posisi kedua dengan raihan 7 medali, kemudian diikuti sumatera barat dengan raihan 6 medali.

Pelatih Panjat Tebing Bangka Belitung, Bambang Setiawan mengaku bersyukur atas prestasi yang telah diukir para kontingennya, terlebih dengan berhasil mempertahankan gelar juara umum cabor Panjat Tebing kali ini yang sama seperti Porwil Sumatera IX tahun 2015 lalu. “Alhamdulillah, kita berhasil mempertahankan juara umum pada cabor Panjat Tebing ini dan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Provinsi Babel,” terangnya, saat itu, kemarin (5/11).

Ia menyebutkan, atas torehan ini, kontingen panjat tebing Babel berhasil memastikan 5 kuota untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang. “Dalam PON nanti, kita akan mengirimkan 5 atlet yakni Julita, Ririn, Hasmawati, Meriyana dan Ismail Hambali.Bambang menambahkan, terkhusus Julita dan Meriyana kemungkinan akan di bawa ke pulau Jawa untuk mengikuti pemusatan latihan karena Julita berhasil memenangkan 3 medali emas dalam Porwil ini.

“Agar persiapan mereka bisa lebih matang menghadapi PON nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kompetisi Cabor Panjat Tebing Pusat, Rudi Fitriano, mengatakan perhelatan pertandingan cabor Panjat Tebing di Porwil tahun ini berjalan sesuai peraturan dan regulasi ditentukan, sehingga sudah memenuhi speksifikasi untuk mengikuti PON 2020 di Papua nanti. “Untuk Panjat Tebing, hanya kategori speed track perorangan putra dan putri yang tidak masuk dalam kategori PON di Papua, sehingga meskipun atletnya mendapatkan medali emas dan perak, tidak bisa mengikuti PON di Papua,” tutupnya. .

 

Bengkulu Tambah 1 Perak, 1 Perunggu
Sementara itu, atlet Panjat Tebing Bengkulu berhasil merebut medali perak Speed Track Perorangan Putra, M Relly Alfiqri. Sedangkan untuk medali perunggu berhasil disumbangkan Moch Sholekan Fajar Soni di kategori Combine perorangan putra.

Ketua FPTI Provinsi Bengkulu, M Affan Setiawan saat ditemui BE mengatakan, meskipun medali emas gagal didapat, tetapi ia sangat mengapresiasi prestasi yang diraih atlet-atletnya.

Dengan raihan ini tentunya akan menjadi evaluasi pihaknya kedepan agar dalam laga-laga perlombaan lainnya bisa lebih baik lagi. “Memang target kita dalam porwil ini 2 medali emas, tetapi kita hanya berhasil membawa 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu,” ucapnya, Selasa (5/11) seusai menggelar upacara penyerahan medali di arena panjat tebing Sport Center Stadion Semarak Sawah Lebar, Kota Bengkulu.

Ia menjelaskan, dalam waktu hanya selama 4 bulan yang dilakukan timnya, ini merupakan hasil yang sangat memuaskan. Ia berharap pembinaan untuk menghadapi multi event seperti ini harus sangat dipehatikan, karena persiapan untuk atlet Panjat Tebing membutuhkan waktu yang panjang lebih dari 6 bulan. “Fokus kita sekarang ini tinggal ajang PON 2020 di Papua mendatang, semoga dalam PON nanti kita bisa membawa pulang emas,” bebernya.

Sementara itu, M Relly Alfiqri yang berhasil membawa pulang medali perak mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang berhasil diraihnya untuk Provinsi Bengkulu. Medali perak itu didedikasikannya bagi masyarakat Bengkulu yang telah mendukung atlet-atlet dalam ajang Porwil Bengkulu meskipun emas gagal ia raih. “Saya minta maaf kepada warga Bengkulu karena hanya bisa menyumbangkan medali perak dan saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” ucapnya.

Ia mengatakan, memang untuk kategori Speed Track Perorangan Putra yang diperlombakan di Porwil ini tidak masuk dalam kategori kualifikasi PON 2020 di Papua mendatang.”Meskipun saya tidak lolos ke PON, tetapi dari atlet Panjat Tebing sudah mengirimkan dua teman saya untuk berlaga disana,” tuturnya.

Sementara itu, Moch Sholekan Fajar Soni yang berhasil menyumbang emas di kategori Boulder perorangan putra dan lolos ke PON Papua 2020 mendatang mengatakan, akan berlatih sekeras mungkin agar mendapatkan hasil yang bagus di PON Papua mendatang tentunya.

“Dengan waktu yang tersisa cukup banyak ini saya akan berlatih dengan tekun dan semangat demi mendapatkan target yakni medali emas di PON nanti,” demikian tutupnya.

Untuk diketahui, dalam cabor Panjat Tebing ini, kontingen Bengkulu berhasil berada di peringkat ke-7 dari 10 provinsi yang ikut Porwil dengan 1 medali emas, 2 perak dan 1 perungg.(529)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*