BAB di Sungai, Wanita Rejang Lebong “Dipegangi” Pria Lain

pelecehan 1PUT, BE – Perbuatan tak menyenangkan dialami oleh Rugaya (27) warga RT 3 Desa Bukit Batu Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).  Ibu Rumah Tangga yang mempunyai 1 anak ini, terpaksa belarian dari Sungai Ketue yang berada di belakang rumahnya.  Sebab, saat ia berada di sungai tempat pemandian, ia mengaku dipegang oleh seorang lelaki yang sudah mempunyai istri dan masih merupakan tetangganya sendiri.
Kronologis kejadian sebagaimana diceritakan Rugaya kepada BE di rumahnya, pagi itu, Jumat (17/10) sekitar pukul 05.30 WIB, ia pergi ke sungai untuk mengambil air dan buang hajat.   ”Tanpa rasa curiga, saya dari rumah langsung pergi ke sungai dan langsung gosok gigi.  Tapi entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncullah AS (30) yang tidak lain adalah tetangga saya sendiri, langsung memeluk saya dari belakang, seraya berkata, Yuk…,” kata cerita korban.
Terkejut dipeluk pria yang bukan muhrimnya, spontan korban melawan sehingga celana korban dipenuhi lumpur dan korban meronta melepaskan diri dari AS, sembari berkata, ‘Sadar kamu tu..  Aku ni bini orang”.
Melihat korban berkata demikian, dan berhasil melepaskan diri, AS pun mengancam korban agar tidak  menceritakan kepada orang lain.   Korban langsung melarikan diri dari AS dengan pulang ke rumahnya yang berjarak 100 meter dari rumahnya.  Setiba dekat rumah, korban pun langsung memanggil sang suami.
Halim (30) suami Rugaya ditemui BE membenarkan bahwa sang istri pulang dengan tergesa-gesa dengan pakaian yang kotor dan rambut acak-acakan dan bercerita bahwa ia sudah dipegang AS dari belakang.   ”Hal tersebut sudah saya laporkan ke pihak Pemerintah Desa Bukit Batu, tapi bila tidak ada perdamaian di desa, saya akan laporkan hal ini ke polisi,”  ujar Halim.
Sementara itu Kepala Desa Bukit Batu, Muhambad Sobri dihubungi via telepon membenarkan adanya warganya yang melapor bahwa istrinya sudah dipegang tetangga di sungai dan diancam.   Menurut Kades hal tersebut sudah akan didamaikan di desa.   Namun untuk sementara belum ada titik temunya,” tegas Kades Bukit Batu. (222)