Ayo! Bantu Rupiah Lawan Dolar

tukar-rupiah
=Ilustrasi rupiah kian melemah terhadap dolar AS.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menanggapi nilai Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menunjukkan keperkasaannya terhadap Rupiah hingga mencapai level Rp 14.840, membuat berbagai pihak termasuk pengamat ekonomi mendorong masyarakat agar ikut membantu rupiah melawan dolar AS.

Pakar Ekonomi Unib, Prof Lizar Alfansi PhD menjelaskan, meskipun ada tekanan pada rupiah, masyarakat bisa melakukan aktivitas ekonomi seperti biasa.

“Kalau ada yang punya dolar AS bisa dijual dan ditukar ke rupiah untuk membantu penguatan kurs,” kata Lizar, Selasa (4/9/2018).

Selain itu, masyarakat Indonesia juga bisa menahan dulu keinginan untuk jalan-jalan ke luar negeri. “Mungkin bagi orang Indonesia, bisa ditunda dulu atau ditahan dulu liburan ke luar negerinya. Bisa domestik trip dulu,” tambah Lizar.

Tidak Perlu Panik

Menurutnya, masyarakat umum tidak perlu panik dan pelaku pasar diharapkan tidak melakukan aksi spekulasi yang akan mendorong penguatan dollar AS lebih lanjut lagi. Karena keyakinan masih solidnya fundamental ekonomi Indonesia serta keyakinan bahwa Bank Indonesia akan selalu berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah stabilisasi rupiah, tentunya akan efektif membatasi pelemahan nilai tukar rupiah.

“Kalau bahasa marketnya take profit dulu, tukar dulu dolarnya ke rupiah,” jelas Lizar.

Ia menjelaskan saat ini BI dan pihak terkait juga berupaya untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata yang diharapkan dapat mempercepat penerimaan devisa yang pada gilirannya dapat memperbaiki defisit transaksi berjalan guna mendorong stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini.

“Selain itu, jika volatilitas nilai tukar rupiah cenderung meningkat, BI diperkirakan akan kembali lagi memperketat kebijakan moneternya dalam jangka pendek ini untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar,” tukasnya.

Selain menguatkan sektor pariwisata, sektor industri jasa keuangan juga harus kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kondisi industri perbankan nasional masih akan tetap aman kendati diterpa pelemahan rupiah yang sudah menyentuh level Rp 14.800 per dollar AS. Optimisme itu muncul lantaran OJK telah melakukan serangkaian simulasi terkait pelemahan rupiah menggunakan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada angka terdepresiasi cukup tinggi.



“OJK telah melakukan simulasi terhadap perbankan dari berbagai faktor, termasuk nilai tukar rupiah dan hasilnya perbankan kita masih menunjukkan daya tahan yang baik,” ujar Kepala OJK Bengkulu, Yan Syafri.

Yan menambahkan, simulasi juga dilakukan dalam hal suku bunga. Jika suku bunga kredit diasumsikan mengalami kenaikan dengan batas tertentu, maka perbankan Indonesia dinilai masih cukup kuat.

“Terkait surat berharga, itu kalau ada upflow maka yield-nya akan naik. Untuk saat ini beberapa surat berharga turun, terutama surat berharga korporasi. Namun, penurunan itu tidak cukup memengaruhi profit and loss perbankan,” jelas Yan.

Adapun faktor lainnya yang membuat industri perbankan nasional memiliki daya tahan cukup tinggi adalah karena masih tingginya dukungan permodalan bank.

Menurut Yan, rasio permodalan bank saat ini masih ada pada level di atas 22 persen. “Kemampuan bank membaik tercermin dari CAR atau rasio permodalan yang cukup kuat di angka 22 persen,” tutup Yan.(999)