Ayam Positif Flu Burung

IMG_9681CURUP TENGAH, BE – Sebanyak 5 ekor ayam di RT 11 RW 04 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Curup Tengah, dinyatakan positif terjangkit virus H5N1 flu burung.  Kasus ini terungkap setelah petugas Pukeswan Curup melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap sampel ayam yang mati mendadak.

Ketua RT 11 Sukarman kepada Bengkulu Ekspress, Jum’at (01/3) menerangkan, terungkapnya ayam yang positif terjangkit flu burung tersebut bermula saat Suwandi (30) warga setempat, menemukan beberapa ekor ayam kampung miliknya mati mendadak. “Kematian ayam tersebut berlangsung hampir setiap hari, dan mati secara tiba-tiba kemudikan dilaporkan kepada kami,” terang Sukarman.

Kasus kematian ayam secara misterius itu kemudikan dilaporkan kepada petugas Pukeswan Curup, dan dilakukan pemeriksaan sampel. “Beberapa ayam yang mati sudah dikubur dan dibakar agar tidak menjangkiti ternak lainnya.  Kandang yang ada disemprot cairan disinfektan,” kata Ketua RT.

Flu burung yang menjangkit ternak warga tersebut, sambung Sukarman, berawal saat pemilik ayam Suwandi membeli dua ekor ayam di Pasar Atas. “Ayam tersebut yang diduga menjadi asal penyebaran flu burung, yang menjangkit ternak ayam peliharaan Suwandi,” ujar Ketua RT.

Camat Responsif
Kasus kematian ayam, yang dinyatakan terjangkit positif flu burung oleh petugas Pukeswan Curup ditanggapi serius oleh pemerintahan kecamatan Curup Tengah. Sekitar pukul 08.30 WIB Jum’at kemarin (1/3), Camat Curup Tengah Edi Robinson, SSos secara langsung menggelar pertemuan melibatkan seluruh RT, Lurah di Kelurahan Sidorejo, bahkan ikut hadir Kasi PP dan Bankes Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti, dan dokter hewan Pukeswan Curup.

“Pertemuan yang kita lakukan, untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung lebih meluas. Kesimpulannya, kita akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui masjid dan kegiatan penyuluhan khusus melibatkan petugas Dinas Kesehatan dan Pukeswan,” ujar Robinson.

Dijelaskankan Camat, wilayah Curup Tengah memiliki potensi yang besar terjadi penularan virus flu burung karena terdapat pasar atas dan mobilitas masyarakat yang tinggi, bahkan tempat dimana transaksi jual beli unggas cukup intens terjadi. “Tidak menutup kemungkinan virus flu burung ini akan menyebar ke wilayah lain, karena itu perlu diantisipasi dengan cepat,” tegas Camat.

Sementara itu, Kasi PP dan Bankes Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Nunung Tri Mulyanti mengungkapkan, pihaknya menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan desa untuk mengantisipasi kemungkinan penularan virus kepada manusia. “Karena itu kita harapkan warga bisa mengantisipasi penyebaran virus dari unggas ke manusia, dengan melakukan perlakukuan yang benar terhadap unggas yang positif flu burung,” tutur Nunung.

Hal yang penting dilakukan jika berinteraksi dengan unggas terserang flu burung, yakni mencuci tangan dengan sabun, menyemprotkan kandang dengan disinfektan, dan mengubur unggas yag mati serta positif flu burung. “Hal ini untuk mengantisipasi penuralan flu burung dengan manusia,” pesan Nunung. (999)