Ayah 14 Anak Tewas Gantung Diri

ARGA MAKMUR, BE – Tusman (65) warga RT 3 Kelurahan Kemumu Arga Makmur, sekitar pukul 06.00 WIB kemarin ditemukan tewas dalam kondisi tergantung. Tubuh pria tua ini terbujur kaku dengan seutas tali melilit lehernya yang diikatkan di batang pohon rambutan yang berada di samping kiri rumah korban. Kejadian ini sontak saja membuat geger warga sekitar, pasalnya warga maupun keluarga korban sama sekali tidak menyangka korban nekat melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama tersebut. Diduga motif bunuh diri yang dilakukan korban karena frustasi akibat komplikasi penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh selama beberapa tahun. Korban akhirnya memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya secara tragis. “Tadi pagi ditemukan warga yang sedang melintas di depan rumah korban dan mengetahui korban sudah tergantung di pohon rambutan,” ujar Denan, tetangga korban. Istri korban yang kebetulan berada di dalam rumah, langsung diberitahu oleh tetangganya terkait kejadian tersebut. Tangis keluarga korban langsung pecah, saat melihat bapak 14 orang anak dan saat ini tinggal 8 orang anak tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa tergantung di pohon rambutan. Menurut informasi yang diperoleh, saat bangun pagi istri korban masih melihat suaminya berada dalam kamar. Sekitar pukul 05.30 WIB dimana suasana masih cukup gelap, korban langsung keluar rumah. Hal ini tidak begitu dihiraukan oleh istri korban karena berpikiran bahwa korban sedang ada keperluan. Istri korban langsung memasak di dapur dan sekitar setengah jam kemudian mendapatkan pemberitahuan dari tetangganya yang berteriak bahwa Tusman telah tergantung di pohon rambutan dengan kondisi tidak bernyawa. “Istrinya saja masih shock sampai saat ini karena tidak menyangka bahwa almarhum nekat berbuat seperti itu,” kata Denan. Di lokasi kejadian juga ditemukan kursi kayu yang dipergunakan korban untuk pijakan kaki saat akan melaksanakan aksi bunuh diri. Setelah diketahui kejadian tersebut, warga langsung menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Usai menjalani visum, jasad korban langsung dimandikan untuk dimakamkan. Sekitar pukul 10.00 WIB, jasad korban dimakamkan di TPU setempat.  Kapolres BU AKBP Asep Teddy N SIK melalui Kasat Reskrim AKP M Arif SIKom membenarkan adanya kejadian tersebut. “Sejauh ini pemeriksaan sudah dilakukan terhadap beberapa orang saksi terkait kasus ini. Untuk barang bukti tali dan kursi yang digunakan oleh korban langsung diamankan di Mapolres BU untuk kepentingan penyidikan,” ujar mantan kasat reskrim Polres BS tersebut. (212)