Awasi Penimbunan BBM

RIO-WAGUB SIDAK STOK BBM PERTAMINA (3)BENGKULU, BE – Mengantisipasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang harganya dinaikkan oleh pemerintah, siang kemarin (4/11) Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin didampingi Asisten Pemprov, II Ir Edy Waluyo SH MM, perwakilan Biro Ekonomi  dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Pertamina Cabang Bengkulu.

Dalam Sidak itu, Wagub mendapati bahwa stok BBM yang tersedia di kolam penampungan Pertamina Pulau Baai masih cukup untuk 4 hari ke depan, sedangkan kuota keseluruhan akan cukup hingga berakhirnya 2014 ini. Hanya saja kebutuhan mulai meningkat menjadi 700 KL perharinya, sedangkan sebelumnya hanya 680 KL. Karena itu diperlukan pengawasan terhadap penimbunan BBM yang dilakukan oleh pengecer atau masyarakat.

Operation Head (OH) Terminal BBM PT Pertamina Bengkulu, Anis Ishak mengungkapkan, untuk stok sebelum dan pasca kenaikan harga tidak perlu dikhawatirkan. Hanya saja terkait pengawasan untuk meminimalisir terjadi penimbunan dengan berbagai modus, seperti antrean berulang-ulang, memodifikasi tangki kendaraan, ia meminta bantuan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

“Untuk melakukan pengawasan hingga ke SPBU, kami keterbatan personel. Dan saya rasa ini bukan hanya tugas Pertamina, tapi juga pemerintah dan semua elemen masyarakat,” ungkapnya.

Untuk mengatasi gejolak pra dan pasca kenaikan, Pertamina sendiri sudah membentuk tim terpadu, dan sudah memberikan sosialisasi kepada SPBU untuk tidak melakukan penimbunan atau melayani pembelian masyarakat dalam jumlah besar.

“GM Pertamina sendiri sudah memberikan sosialisasi kepada semua SPBU di Bengkulu dan Jambi tentang langkah-langkah menghadapi kenaikan harga BBM ini. Salah satu yang diinstruksikan adalah pendistribusian dilakukan pukul 05.00 WIB pagi,” terangnya.

Diakuinya, penimbunan tidak akan terjadi di SPBU, sebab  akan ketahuan jika pihak SPBU mengaku BBM sudah habis tapi stok dalam kolam penampungan masih banyak. Jika ada yang menimbun, maka pihak SPBU harus membayar harga baru setelah kenaikan, bukan harga lama.

“Kalau SPBU kita pastikan mereka tidak akan berani menimbun, yang perlu diantisipasi adalah pengecer,” sampainya.

Mengenai stok yang di bak penampung hingga siang kemarin, Anis mengaku bahwa stok untuk minyak tanah cukup untuk 3 bulan ke depan, karena setiap bulannya hanya menghabiskan 5 kilo liter, stok solar  sebanyak 4.037 KL dan cukup untuk 15 hari ke depan.  Aftur atau minyak pesawat tersedia 338 KL dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 19 hari kedepan dan stok Pertamax tersedia 496 KL, cukup untuk 50 hari ke depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultan B Najamudin mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan pengawasan di SPBU. Jika tidak, maka stok yang tersedia akan habis diborong oleh masyarakat dan pengecer.
“Seluruh bupati dan walikota agar sama-sama memonitor untuk mengantisipasi penimbunan BBM yang sebenarnya tidak langka, tapi mungkin saja ada pihak yang sengaja bermain, dan ini harus kita antisipasi dari awal,” imbuhnya.
Sultan juga meminta agar segera melaporkan jika ada SPBU yang bermain dengan cara menjual-belikan bebas kepada masyarakat tanpa batas. Apalagi masyarakat yang menggunakan jerigen bervolume 35 liter.

“Kalau ada silakan lapor, nanti ada sanksinya dari Pertamina. Selain itu masyarakat juga saya minta tidak perlu menimbun BBM, karena dampaknya sangat besar bisa menyebabkan kebakaran,” pintanya.

Kapolda Siagakan Anggota
Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Brigjend Drs Gufron MSi menginstruksikan seluruh jajarannya melakukan siaga atas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).   Diantaranya meminimalisir antrean kendaraan di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar), penimbunan BBM dan lainnya.  Apalagi, kenaikan harga BBM ini, merupakan  isu nasional yang dapat berimbas cukup luas.

“Pak Kapolda sudah menginstruksikan jajaran untuk siaga atas rencana kenaikan harga BBM,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Joko Suprayitno SST MK, Selasa (4/11).

Menurut Joko,    untuk saat ini antrean kendaraan di SPBU memang sudah terlihat.  Hanya saja, antrean kendaraan itu belum parah atau panjang. Namun sebelum antrean panjang ini, pihak kepolisian sudah bersiaga untuk mengantisipasinya. Selain itu, aksi penimbunan juga menjadi sasaran pihak kepolisian.

Mantan Kapolres Kota Bengkulu itu juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM. Sebab, aksi penimbunan itu cukup meresahkan dan merugikan masyarakat, karena dari segi harga cukup berbeda dengan harga industri. “Yang jelas jika ada penimbun maka akan kita tangkap dan proses hukum,” tegasnya.

Joko menambahkan, pihaknya siap menerjunkan personil kepolisian  untuk ditempatkan di seluruh SPBU, asalkan dibutuhkan oleh pihak SPBU. Namun, jika belum dibutuhkan anggota akan stand by.  Sebab, penempatan personil di SPBU ini harus disesuaikan dengan kebutuhan di dalam melakukan perlindungan, pelayan dan pengayom kepada masyarakat. (400/111)