Awasi Pegawai Main Pokemon Go, Sesuai Surat MenPAN RB

054638_39747_pokemon_go_jpnn

BENGKULU, BE – Menyusul adanya larangan Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) bagi PNS bermain game berbasis GPS saat jam kerja atau lazim dimainkan dengan game bernama Pokemon Go. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu juga akan ikut mengawasi dengan ketat PNS melakukan permainan tersebut.

Kapala Bidang Penegak Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Provinsi Bengkulu, Ir Titus Chandra Erwana mengatakan Satpol PP yang dikerahkan berbagai 3 kelompok untuk yang diposkan di 6 hingga 8 SKPD. “Instruksi dari KemenPAN-RB sudah ada dan gubernur juga telah menegaskan larangan ini, untuk itu pengawasan tentu akan kita lakukan kepada PNS yang berada di setiap SKPD,” ujar Titus kepada BE, kemarin.

Lanjutnya, dalam satu kelompoknya personil Satpol PP ini dikerahkan 4 hingga 5 orang. Dimana nantinya jika ditemukan, maka satpol PP akan langsung melaporkan PNS tersebut kepada Gubernur Bengkulu malalui Sekretaris daerah (Sekda).

“Kalau ditemukan akan langsung kita laporkan. Tindakan tegasnya, sesuai dengan PP Nomor 53 tanteng sanksi PNS, terlebih itu, kita kembalikan semuanya kebijakan dari gubernur,” bebernya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekdaprov Bengkulu, Ir H Sudoto MPd mengatakan larangan telah diintruksikan dan telah disampaikan kepada masing PNS disetiap SKPD. Jika tetap ditemukan PNS bermain Pokemen Go sanksi sendiri tetap akan diterapkan sesuai dengan UU yang berlaku. “Dalam surat larangan itu memang tidak ada sanksi tapi ini akan dikembalikan pada aturan umum. Baik dengan sanksi disiplin hingga teguran tertulis,” tambah Sudoto.

Agar larangan KemenPAN-RB dapat dipatuhi, Pemprov akan terus melakukan kontrol pada masing-masing SKPD. Sehingga tugas PNS dalam menjalankan pelayanan publik tidak terabaikan dengan game yang telah merambah kepada semua kalangan ini.

“Tentu kontrol akan kita lakukan dan kita berikan tindakan jika ditemukan PNS bermain game saat jam kerja,” pungkasnya. (151)