Awal Ramadhan Serentak

BENGKULU, BE – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Suardi Abbas SH, MH mengatakan, awal Ramadhan atau puasa akan dilaksanakan pada Kamis 18 Juni 2015.  Awal bulan Ramadhan ini diperkirakan tidak akan mengalami perbedaan waktu antara Muhamadyah dan Nahlatul Ulama (NU). “Pemerintah akan menetapkan awal Ramadhan pada 18 Juni, itu sudah mulai buka. Jadi pada tanggal 17 Juni malam sudah melaksanakan salat Tarawih,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/5).

Sebab itu, dia mengimbau kepada umat Islam di Bengkulu agar menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan gembira. Sebab, pada bulan tersebut amal ibadah umat akan digandakan. “Mari kita sambut dengan semangat beribadah, suka cita,” jelasnya.

Sedangkan kegiatan Ramadhan, lanjutnya seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenag Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu akan melakukan Tarawih keliling  hingga ke kabupaten. “Bersama Pemda, nanti akan ada tarawih keliling hingga ke desa-desa,” jelasnya.

masjid_ramadanPNS Wajib Baju Muslim
Sementara, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengeluarkan edaran mengenai pakaian yang dipakai oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama bulan puasa yang dimulai 18 Juni besok. Salah satunya PNS diwajibkan mengenakan baju muslim, baik laki maupun perempuan. Pakaian muslim tersebut tidak hanya dikenakan pada hari Jumat, melainkan setiap hari selama bulan Ramadhan. Ini ditegaskan Pelaksana tugas (Plt) Sekda Provinsi Bengkulu, Drs H Sumardi MM usai menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj, kemarin (25/5).

“Untuk tahun ini semua PNS wajib menggunakan pakaian muslim selama bulan puasa,” tegas Sumardi.

Selain mengatur masalah berpakaian, PNS Pemprov juga mendapatkan keistimewaan berupa pengurangan jam kerja. Jika selama ini PNS bekerja dimulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB, maka bulan puasa nanti PNS baru masuk kerja pukul 08.00 WIB dan pukul 15.00 WIB atau pukul 3 sore sudah dibolehkan pulang ke rumah.

Menurut Sumardi, pengurangan kerja tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada semua PNS, khususnya yang beragama Islam untuk melaksanakan ibadah puasa sebaik-baiknya. Karena tak bisa dipungkiri bahwa disaat menjalankan ibadah puasa dibutuhkan istirahat yang cukup agar puasanya penuh hingga lebaran.

“Masalah pengurangan jam kerja ini tidak hanya diberlakukan mulai dari tahun ini, tapi sudah kita terapkan sejak beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.

Meski jam kerja PNS dikurangi, mantan caretaker Walikota Bengkulu ini memastikan tidak akan ada pekerjaan yang tidak selesai. Karena produktivitas PNS untuk melayani masyarakat tetap diutamakan.

“Tidak akan terganggu, karena saat bekerja, mereka benar-benar bekerja dan tidak lagi memikirkan perutnya,” imbuhnya.

Untuk kegiatan lainnya selama bulan puasa, Sumardi mengaku masih tetap dilakukan safari Ramadhan yang akan dilakukan oleh gubernur dan wakil gubernur didampingi kepala SKPD yang mendapatkan jadwal safari Ramadhan tersebut.

“Kunjungan ke masjid-masjid  oleh gubernur didampingi Kepala SKPD sesuai dengan jadwalnya tetap dilakukan. Tujuan kunjungan ini sangat baik untuk meningkatkan siar agama Islam di bulan puassa, selain itu juga memberikn sumbangan ala kadarnya kepada masjid-masjid agar bisa memenuhi kebutuhannya minimal selama bulan puasa,” tutupnya. (100/400)