Awal Juli, Sultan Dilantik

RIO-SULTAN MENANG VOTING  PILWAGUB (14)BENGKULU, BE – Setelah memenangi pertarungan dengan Dr Dian A Syahroza dalam bursa  pemilihan Wakil Gubernur (Wagub), Jumat (14/6) , awal Juli mendatang Sultan Bakhtiar Najamudin dilantik menjadi Wakil Gubernur definitif periode sisa masa jabatan 201-2015.  Saat ini DPRD Provinsi Bengkulu tengah merampungkan semua berkas yang berkaitan dengan Pemilihan Wagub tersebut dan dalam waktu dekat berkas itu segera dikirim ke Presiden melalui Gubernur Bengkulu dan Menteri Dalam Negeri.
“Kami belum bisa menentukan waktu pelantikannya, jika SK wagub ini cepat dikeluarkan oleh Presiden, maka pelantikan sudah bisa dilaksanakan sekitar awal Juli,” kata Ketua Panitia Pilwagub, Fatrolazi kepada BE, kemarin.
Ia mengaku di DPRD sudah tidak ada masalah lagi, mengingat kemenangan Sultan  mendapat dukungan penuh dari hampir semua anggota DPRD provinsi. Sehingga proses pelantikan pun dipastikan berjalan mulus tanpa hambatan.  “Dalam waktu 3 hari ini, surat dari lembaga DPRD sudah dikirim ke Presiden, selanjutnya kami tinggal menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Jika SK Wagub terpilih itu  sudah dikeluarkan Presiden, maka kami langsung menindaklanjuti dengan menyusun jadwal rapat paripurna pelantikan,” terangnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Bengkulu (Unib), Drs Lamhir Syamsinaga MSi menilai terpilihnya adik kandung mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin merupakan pilihan yang tepat bagi masyarakat Bengkulu.
Hal ini dikarenakan kemampuan Sultan sudah tidak perlu diragukan lagi.
“Sultan itu orangnya cerdas, memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan berkomitmen membangun dan mensejahterakan masyarakat Bengkulu. Sementara lawannya, Dian A Syahroza juga tidak kalah hebatnya dengan Sultan. Namun Dian dinilai lebih tepat untuk tetap sebagai wakil rakyat di DPR RI,” ungkapnya.
Lamhir juga mengungkapkan dengan terpilihnya Sultan menjadi wakil gubernur, maka Provinsi Bengkulu dipimpin oleh  kaum muda yang energik untuk membangun daerah ini.
“Ini sebuah sejarah, gubernur dan wakilnya adalah orang muda. Dan ini bisa dijadikan motivasi, bahwa yang muda juga bisa membangun daerah menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujar Lamhir.
Disinggung soal terpilihnya Sultan, keluarga Najamudin kembali menduduki provinsi ini, Lamhir mengakui hal tersebut. Namun ia meminta masyarakat, pemerintah provinsi untuk menghilangkan sukuisme tersebut. Menurutnya, saat Sultan telah terpilih dan semua lapisan masyarakat harus mendukungnya agar gubernur dan wakil gubernur dapat bekerja dengan baik demi kepentingan yang lebih besar, yakni membangun Bengkulu.
“Jangan menganggap keluarga Najamudin itu buruk lantaran Agusrin tersandung kasus. Mari kita lihat kemampuan dan kinerjanya membangun daerah. Dan saya yakin bahwa Sultan ini dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan UU yang berlaku,” ucapnya.
Selain itu, ia juga meminta Sultan untuk tidak memikirkan akan terjun pada Pilgub 2015 mendatang. Karena hal tersebut akan menimbulkan kinerja yang tidak baik dan tidak menutup kemungkinan terjadi perpecahan dengan gubernur.
“Saya minta kepada Sultan jangan pikirkan kepentingan pribadi, tapi pikirkanlah kepentingan ratusan ribu masyarakat yang ada di provinsi ini,” pintanya.
Di bagian lain, Pakar Tata Negara Unib, Prof DR H Juanda SH MH menegaskan secara teori antara Junaidi dan Sultan dapat membangun pemerintahan yang baik. Hanya saja yang satu dengan yang lainnya harus memahami tupoksinya masing-masing.
“Tergantung komitmennya, jika keduanya lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar atau bukan kepentingan pribadi, maka selama itu pula roda pemerintahan ini dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga yakin bahwa Sultan tidak akan merebut kekuasaan Junaidi, karena menurutnya Sultan memahami betul UU yang membahas tugas seorang wakil gubernur.(400)