Awal Agustus, Pembangunan Jalan Tol

IST/Bengkulu Ekspress RAPAT: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memimpin rapat bersama pembahasan pembangunan jalan tol bersama PT Hutama Karya di Ruang Kerja Gubernur Bengkulu, Kamis (13/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Rencana pembangunan jalan tol tahap pertama dari Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terus dipercepat. Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama PT Hutama Karya telah menargetkan rencana mulai pembangunan fisik itu dilakukan pada awal bulan Agustus mendatang. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, target tersebut telah disepakat bersama PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuk Linggau Sumatera Selatan (Sumsel).



“Tadi (kemarin,red) sudah ditargetkan, kalau tidak akhir Juli, awal Agusutus itu sudah mulai pembangunan fisik,” terang Rohidin kepada Bengkulu Ekspress usai menggelar pertemuan bersama PT HK, di ruang kerja Gubernur Bengkulu, kemarin (13/6).

Dijelaskannya, untuk titik awal melakukan pembangunan, direncanakan masih pada rencana awal yaitu di lahan Kantor Bakorluh yang berada di Desa Jumat Kabupaten Benteng. Namun demikian, Rohidin meminta, jika bisa untuk memulai pembangunan itu bisa dilakukan pada titik nol di Betungan Kota Bengkulu. “Kalau bisa, bagusnya dititik ujung terlebih dahulu dimulai pembangunannya,” ungkapnya.

Sebelum melakukan pembangunan, Rohidin menegaskan, terlebih dahulu akan dilakukan penentapan lokasi (penlok) jalan tol. Penlok tersebut akan ditandantangani pada hari Senin (17/6) mendatang. Mengingat saat ini, selain warga yang telah sepakat untuk dibebaskan, tiga perusahaan yaitu PT PN VII, PT Agri Andalas dan PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) sudah sepakat lahannya bisa digunakan untuk pembangunan jalan tol. “Senin, Penloknya bisa ditandatangani,” tambah Rohidin.

Ketika Penlok telah ditandatangani, maka proses pembayaran ganti untung akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Proses pembayaran itu ditarget bisa rampung dalam satu bulan kedepan. “Tiga minggu pembayaran bisa diselesaikan. Jika perlu kalau sudah dua kilo dibebaskan bisa dikerjakan langsung pembangunannya,” tegas Rohidin.

Sementara itu, Manager Proyek Divisi Tol PT HK, Hasan Turcahyo mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu Penlok ditandatangani dan pembayaran ganti untuk oleh BPN selesai dilakukan. Sesuai aturan, minimal 40 hari dan paling cepat 14 hari pembayaran ganti untuk itu bisa diselesaikan. Artinya, Agustus pihaknya sudah bisa memuli pembanguan fisik tahap pertama. “Ya Agustus itu, target kita sudah mulai pembangunan fisik,” terang Hasan.

Dalam pekerjaan fisik tahap pertama itu dari Betungan ke Taba Penanjung dengan jarak 17,6 kilometer itu akan membutuhkan waktu pekerjaan sekitar 6 bulan kedepan. Hasan menegaskan dengan waktu cukup singat tersebut, diyakini akan bisa diselesaikan.¬† “6 bulan kedepan itu bisa diselesaikan,” ujarnya.

Pembangunan jalan sendiri akan dibangun dengan dua ruas jalan pada kelebaran 23 meter. Jalan bebas hambatan tersebut nantinya dinyakini akan mempercepat laju kendaraan, dalam mendongkrak ekonomi Bengkulu. “Jalannya nanti sangat lebar. Jelas sama dengan namanya bebas hambatan,” tuturnya.

¬†Setelah pembangunan tahap pertama itu selesai dilakukan, maka akan dilanjutkan dari Taba Penanjung ke Kepahiang dengan jarak sekitar 23,7 kilometer. Pembangunan tahap kedua itu dengan membangun trowongan menembus bukit barisan. Setelah itu baru tahap ketiga Kepahiang – Lubuk Linggau dengan panjang jalan 54,4 kilometer. “Pengerjaannya secara bertahap kita selesaikan,” pungkas Hasan. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*