Atribut Kampanye Masih Bertebaran

BENGKULU, BE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 14 September 2012 tentang pembersihan alat peraga kampanye pada hari tenang tanggal 16-18 September. Namun kenyataannya masih banyak kandidat yang tidak mematuhi aturan tersebut. Hal ini terbukti masih banyaknya alat peraga kampanye seperti baliho, stiker dan alat peraga lainnya yang masih terpasang dan mewarnai wajah Kota Bengkulu. Demikian juga dengan alat peraga yang terpasang pada kendaraan, baik kendaraan angkutan kota maupun kendaraan operasional kandidat tersebut. Anggota KPU Divisi Hukum dan SDM, Drs Ispal Andri menjelaskan pada hari tenang, semua atribut kampanye kandidat wajib dilepas, kecuali di sekretariat masing-masing pemenangan kandidat. Bagi kandidat yang belum mematuhi aturan tersebut, ia meminta masyarakat yang memberikan sanksi moral, karena sanksi moral lebih efektif dan lebih berkesan dibandingkan dengan sanksi yang diberikan oleh penyelenggara Pemilu.
“Dalam peraturan KPU hanya dikenakan pelanggaran administratif yang laporannya akan disampaikan kepada Bawaslu, sementara bentuk sanksi tegasnya belum ada. Untuk itu, kami minta masyarakat yang memberikan sanksi terhadap kandidat yang tidak mengacuhkan peraturan,” ujarnya.  Sementara itu, anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bengkulu Divisi Pelanggaran, Drs Herri Supriyanto MSi mengatakan meskipun Kota Bengkulu belum sepenuhnya bersih dari atribut kandidat, namun jumlahnya sudah berkurang jika dibandingkan pada masa kampanye beberapa waktu lalu.
“Berdasarkan hasil pengawasan kami sudah banyak tim pemenangan kandidat yang menurunkan atributnya, meskipun belum selesai semuanya,” ujarnya.  Ia mengungkapkan ada beberapa kandidat yang langsung turun memimpin penurunan atribut miliknya, HM Syamlan LC – Jumaris Dadang. Sementara atribut yang masih terdapat di jalan protokol yakni milik nomor urut 11, 1 dan 7.
Ia pun dapat memaklumi pada hari tenang pertama ini belum semua atribut dapat ditertibkan, namun ia berharap pada hari tenang kedua (hari ini, red) tidak ada lagi atriut kampanye yang terpasang disetiap penjuru kota, kecuali hanya di sekretariat. “Kalau hari pertama, mungkin masih bisa kita maklumi, karena butuh waktu untuk membongkarnya, sedangkan hari kedua besok kami harapkan semuanya sudah bersih dan akan kami laporkan ke KPU dan Bawaslu,” tukasnya. (400)