Atasi Krisis Solar

solar
Foto : IST

Pertamina Diminta Tambah Kuota

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dugaan ada pengurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU, dari 16 ton menjadi 8 ton perhari, mendapat sorotan DPRD Provinsi Bengkulu. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali SSos mengatakan, pengurangan itu harusnya tidak perlu terjadi. Untuk itu, dewan mendesak pihak PT Pertamini bisa melakukan menambahaan kuota BBM solar untuk ke Bengkulu. “Pengurangan kuota itu kami sangat tidak sepakat. Kita minta tambah lagi kuota solar itu,” terang Tantawi kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (8/8/2018).



Menurutnya, krisis BBM solar yang terjadi akhir-akhir ini di Bengkulu, sangat merugikan masyarakat. Sebab, pengguna BBM jenis solar itu tidak hanya digunakan oleh pengusahaan besar, tapi juga digunakan untuk usaha-usaha kecil masyarakat. Jika hal ini terus terjadi, maka dipastikan ekonomi Bengkulu akan sulit untuk tumbuh. “Jelas ini merugikan masyarakat. Karena ketidak ada pastian BBM solar untuk masyarakat,” tambahnya.

Atas hal itu, dewan berencana akan memanggil pihak PT Pertamina dan Dinas ESDM Provinsi Bengkulu. Dewan akan tetap mendesak, agar PT Pertamina bisa memastikan tidak ada lagi kelangkaan BBM untuk Bengkulu.

“Kita bahas di Komisi, setelah itu dalam waktu dekat, kita panggil pihak PT Pertamina,” tutur Tantawi.

Tantawi menambahkan persolaan pasokan BBM jenis solar itu memang harus dipecahkan secara bersama. Semua harus diduduk disatu meja. Pihak PT Pertamina juga jangan sampai diam untuk mengatasi masalah ini. Apalagi saat ini, Bengkulu sudah sangat tinggi untuk konsumsi BBM jenis solar.

“Solusi harus diberikan. Jangan sampai masyarakat jadi korban,” tandasnya.

Dari penelusuran koran ini, penyebab pasokan BBM jenis solar terbatas jumlah di Bengkulu disebabkan didatangkan dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Sebanyak 32 KL atau 32 ribu liter solar didatangkan dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) Bengkulu. Hal ini dibenanrkan, Sopir Tangki Merah Putih Pertamina, Suradi. “Kebutuhannya tinggi jadi ngambilnya dari Linggau,” ujarnya.

Namun, Pjs. Region Manager Communication & CSR PT Pertamina Sumbagsel, Kitty Andhora, saat di konfirmasi menjelaskan, Pertamina memastikan bahwa penyaluran BBM jenis Solar di Kota Bengkulu sesuai dengan kuota yang ditentukan sebelumnya.

“Kami sudah menyalurkan sesuai dengan alokasi kuota BBM Solar bersubsidi di Kota Bengkulu serta wilayah Kabupaten dan Kota lain di Provinsi Bengkulu,” ujar

Saat ini Pertamina telah menyalurkan rata-rata sebanyak 3.100 Kilo Liter (KL) BBM Solar bersubsidi per-bulannya untuk Bengkulu. “Dari sisi operasional dan suplai kami yakinkan tidak ada masalah,” kata Kitty. Selain itu untuk menghindari antrean di SPBU tertentu, pihaknya mengimbau kepada konsumen Solar bersubsidi agar mencari alternatif SPBU terdekat lain di Kota Bengkulu. Apalagi saat ini di wilayah Bengkulu, Pertamina Sumbagsel memiliki 31 SPBU yang melayani penjualan Solar, dan khusus di Kota Bengkulu terdapat 12 titik SPBU yang melayani Solar.

“Masyarakat sebenarnya juga memiliki alternatif BBM diesel non subsidi yang disediakan di SPBU di Bengkulu. Dimana ada produk bahan bakar diesel selain Solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite yang memiliki kualitas Cetane Number (CN) yang lebih baik dibanding Solar bersubsidi,” ujar Kitty.

Kendati demikian ditambahkannya, disamping ketersediaan SPBU dan produk lainnya, pihaknya juga menjamin ketersediaan stok Solar bersubsidi. “Dari sisi stok, kami pastikan aman. Stok Solar Pertamina untuk wilayah Bengkulu per tanggal 3 Agustus 2018 lalu bisa memenuhi kebutuhan hingga kurang lebih 9,8 hari ke depan,” tutupnya.(999/151)