Atasi Banjir Tanjung Jaya, Pemkot Bangun Danau Buatan

H. HELMI HASAN

BENGKULU, BE – Memasuki 1 pekan musibah banjir yang dialami ribuan masyarakat Kota Bengkulu, khususnya di Kelurahan Tanjung Jaya, membuat Pemerintah Kota Bengkulu harus memutar otak untuk menanggulanginya.

Meski tidak bisa berbuat banyak, karena banjir tersebut merupakan luapan Sungai Bengkulu, namun ada satu konsep yang akan diterapkan yakni membangun danau buatan.

“Ada solusi pemerintah dan itu sudah terkonsep dengan baik dan kita ingin membuat danau buatan,” kata Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan, SE kepada BE, kemarin.

Rencananya danau ini akan dibangun di kawasan Tanjung Jaya, yang diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengatasi ataupun mengurangi intensitas banjir di daerah tersebut.

Walikota mengaku, selama ini pihaknya terus melakukan komunikasi dan menyampaikan proposal perencanaan tersebut ke pemerintah pusat. Hanya saja, danau buatan tersebut dibutuhkan biaya yang sangat besar, yakni diatas Rp 500 miliar sehingga peluang untuk mendapatkan bantuan pusat cukup sulit, ditambah lagi saat ini pemerintah pusat tengah dalam kondisi krisis keuangan.

“Itu sudah ada proposalnya dan sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat, tetapi memang anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Nah, ini tentu kita juga lihat pemerintah pusat pun lagi dalam kesulitan ekonomi bahkan seluruh dana DAK se-Indonesia ini dipotong 10 persen,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, selain dengan rencana pembuatan danau tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu cukup kesulitan untuk menghentikan persoalan banjir tersebut secara total.

“Karena kita juga dapat kiriman hujan dari Kepahiang dan juga pendangkalan dari Sungai Bengkulu, tentu ini adalah tinggal bagaimana lagi kerjasama baik pemerintah pusat, provinsi dan kota,” tukasnya.

Sementara peranan pemerintah kota sendiri untuk saat ini hanya sebatas menanggulangi atau tanggap darurat banjir seperti menyelamatkan warga-warga yang ada dialiran banjir itu supaya tidak menjadi korban.

Selain itu, juga memberikan bantuan panik kepada masyarakat yang terkena banjir.

” Mudah-mudahan kedepan pemerintah pusat bisa perhatian khusus untuk di aliran Sungai Bengkulu ini. Ketika itu tidak diperbaiki, pendangkalan terjadi termasuk limbah batu bara itupun sudah kita sampaikan kepada Kementrian lingkungan hidup kehutanan,” demikian Helmi. (805)