Asuransi Pertanian Sepi Peminat

Kabid PSP Dinas Pertanian, Hendra Putra Kelana SH

BENTENG Bengkulu Tengah Bengkulu Ekspress – Pemberian asuransi usaha tanam padi (AUTP) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI masih sepi peminat. Terhitung sejak tahun 2017 lalu, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Benteng baru mencatat sebanyak 1 (satu) kelompok tani (poktan) yang setuju untuk mengikuti asurasi tersebut.



“Sampai saat ini, baru 1 poktan yang mau mengikuti asuransi, yakni poktan yang berasal dari Kecamatan Merigi Kelindang,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Benteng Bengkulu Tengah, Drs Supawan Said, melalui Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Hendra Putra Kelana SH.

Padahal, sambung Hendra, asuransi nelayan diharapkan mampu untuk mengantisipasi kerugian petani akibat bencana alam saat musim tanam berlangsung. Seperti bencana banjir, longsor ataupun serangan hama yang menyerang tanaman padi warga.

“Jika terjadi bencana, petani bisa mendapatkan dana yang berasal dari klaim asuransi. Sehingga, kerugian akibat gagal panen bisa terobati,” tambahnya.

Sesuai dengan ketentuan pusat, Hendra menjelaskan bahwa, petani yang mengalami gagal panen berhak mendapatkan dana klaim asuransi sebesar Rp 9 juta per hektare (Ha).Agar bisa mendapatkan dana tersebut, petani tentu saja harus menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp 86 ribu per hektare untuk setiap kali musim tanam.
“Jika terjadi gagal panen, silahkan laporkan ke Dinas Pertanian agar segera disurvei. Selain itu, petani juga diimbau untuk menyerahkan dokumentasi serangan hama ataupun bencana alam sebagai pertimbangan bagi pihak asuransi untuk menyalurkan dana. Pada tahun 2018 ini, kuota untuk Kabupaten Benteng Bengkulu Tengah dibatasi hanya untuk 200 hektar lahan pertanian. Sebab itulah, kami mengimbau agar petani segera menyampaikan usulan,” demikian Hendra.(135)