Astrid Diduga Dimutilasi

 

ARY/BE
PERISTIWA: Kapolres Rejang Lebong saat mengidentifikasi temuan tengkorak kepala manusia yang diduga kepala Astrid yang hilang beberapa waktu lalu. Tengkorak tersebut ditemukan dialiran Sungai Air Merah Rabu (22/1)

Polisi Temukan Tengkorak dan Tulang Kaki

CURUP, bengkuluekspress.com – Berbagai dugaan mulai muncul pasca adanya titik terang dari kasus hilangnya Astrid (15) sejak 8 November lalu. Selain diduga telah menjadi korban pembunuhan, Astrid juga diduga telah menjadi korban mutilasi oleh tersangka. Adanya dugaan korban telah menjadi korban mutilasi setelah petugas gabungan dari Polres Rejang Lebong, Batalyon A Pelopor Brimob Polda Bengkulu, Kodim 0409/Rejang Lebong dan warga menemukan tengkorak manusia yang diduga tengkorak Astrid dialiran Sungai Air Merah yang menurut keterangan terduga pelaku tempat ia membuang jasad Astrid.

Dugaan Astrid menjadi korban mutilasi, karena saat ditemukan tengkorak kepala yang diduga astrid tersebut terbungkus oleh kantong berwarna hitam dan berada didalam karung. Meskipun berdasarkan keterangan tersangka kepada kepolisian, sebelum dimasukkan kedalam karung kepala korban memang dibungkusnya menggunakan kantong plastik berwarna hitam.

“untuk memastikan bahwa korban dimutalasi atau tidaknya tentunya nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter DVi kita terkait dengan kondisi tengkorak kepala korban,” terang Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma SIK.

Selain untuk memastikan apakah tengkorak tersebut merupakan korban mutilasi atau bukannya, menurut Kapolres pihaknya juga akan melakukan pemerikasaan juga untuk memastikan apakah tengkorak tersebut benar-benar Astrid atau bukannya. Terkait dengan tengkorak dan tulang kaki yang diduga tengkorak dan tulang kali Astrid, menurut Kapolres, pasca ditemukan kemarin langsung dibawa ke RSUD Curup, untuk selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga apakah tengkorak dan tulang tersebut akan langsung dimakamkan atau seperti apa.

Sementara itu, terkait keberhasilan jajarannya mengungkap kasus hilangnya Astrid sendiri, menurut Kapolres bermula saat keluarga Astrid melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Rejang Lebong pada Bulan Desember 2019 lalu meskipun korban dinyatakan hilang dari rumah pada 8 November 2019. Dari laporan keluarga korban tersebut, kemudian pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan, salah satu petunjuk yang petugas adalah akun Facebook korban sempat aktif.

Akun tersebut diduga aktif melalui Hp korban, kemudian petugas langsung melakukan penelusuran terkait keberadaan Hp korban. Terlebih lagi sebelumnya terduga pelaku sempat menghubungi keluarga korban untuk menggunakan nomor Hp korban dan meminta uang tebusan Rp 100 juta. “Setelah kita lakukan penyelidikan, kemudian Hp korban kita temukan di mobil terduga pelaku Yo yang sudah kita amankan,” terang Kapolres.

Setelah Yo berhasil diamankan, Yo mengaku bahwa Astrid sudah ia bunuh sehari setelah ia dikabarkan hilang atau pada tanggal 9 November 2019 dirumahnya.  Setelah dibunuh kemudian jasad korban langsung diletakkannya ke dalam karung kemudian jasad tersebut dibawanya menggunakan angkot menuju Jembatan Air Merah Kecamatan Curup Tengah untuk dibuang.

“Setelah berhasil mengamankan tersangka kita juga menemukan sejumlah barang bukti, mulai dari Hp, sepeda motor termasuk perhiasan emas korban yang kita temukan dari rumah tersangka ini,” paparnya.

Dari keterangan terduga pelaku tersebut, kemudian menurut Kapolres sejak Selasa sore kemarin pihaknya melakukan penyisiran disekitar jembatan Sungai Air Merah dan aliran Sungai Air Merah. Hingga akhirnya Rabu siang sekitar pukul 11.30 WIB tengkorak yang diduga tengkorak Astrid ditemukan petugas yang dibantu warga tersangkut di batu dengan terbungkus kantong pelastik hitam dan dimasukkan dalam karung. “untuk saat ini tersangka masih kita tetapkan satu orang, namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan adanya tindakan pencabulan yang dilakukan tersangka terhadap korban sendiri, menurut Kapolres hingga kemarin masih dalam penyelidikan, meskipun ia mengaku dari rumah tersangka petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu pakaian dalam wanita. “untuk saat ini motifnya masih penculikan dan pembunuhan, untuk motif lainnya masih kita dalami,” demikian Kapolres.

Sementara itu, Rama salah warga yang ikut membantu pencarian korban dan pertama kali melihat bungkusan yang berisi tengkorak yang diduga tengkorak kepala korban tersebut mengaku, awalnya ia membantu petugas melakukan penyisiran di aliran Sungai Air Merah.  “Saat masih ikut nyari tersebut, saya melihat seperti bungkusan sebesar kepala manusia,” cerita Rama yang merupakan warga Kelurahan Air Bang.

Saat itu, menurut Rahma tengkorak yang diduga tengkorak korban tersebut dibungkus kantong pelastik warna hitam dan berada didalam karung. Saat melihat bungkusan tersebut kemudian ia langsung memberitahu petugas yang ada didekatnya, kemudian oleh petugas bungkusan tersebut dibuka dan ternyata berisi tengkorak manusia.(251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*