Astaga, Godaan Bu Guru Erica Bikin Murid Antre untuk Indehoi

Erica_MesaBU guru muda bernama Erica Lynn Mesa di Virginia, Amerika Serikat ini terancam menua di penjara. Gara-gara kesenangannya indehoi dengan muridnya yang masih belia, guru pengajar matematika dan pelatih voli di sekolah menengah atas Colonial Forge Hing School itu terpaksa berurusan dengan pengadilan.

Erica yang berumu 28 tahun dan telah bersuami, sejak 29 September lalu mendekam di tahanan. Kepolisian Stafford County, Virginia  menjerat Erica karena kegemarannya yang ‘ngeri-ngeri sedap’ itu.

Kepada polisi, Erica mengaku telah berhubungan badan dengan beberapa muridnya yang salah satunya masih di bawah umur. Menurut polisi, Erica punya motivasi tersendiri sehingga doyan memangsa murid-muridnya. Baginya, mencumbu murid-murid yang masih belia itu bisa menjadikannya merasa “menarik dan diinginkan”.

Berdasarkan penyelidikan polisi pula Bu Erica ketahuan memang liar untuk urusan begituan. Misalnya, ia pernah membuat dua muridnya mengantre di rumahnya untuk indeoi.

Pernah, suatu ketika Erica meminta muridnya menunggu di lantai dasar rumahnya, sementara ia masih asik bercinta dengan murid lainnya di lantai atas.  Perbuatan itu dilakukannya saat suaminya pergi.

Dan Bu Erica ini sepertinya tak hanya liar, tapi juga memang paham kebutuhan muridnya.  Misalnya, ia pernah memberi ‘hadiah’ kepada muridnya yang tengah ulang tahun ke-18 dengan bercinta di dalam mobil.

Polisi pertama kali menyelidiki kelakuan Bu Erica pada 2014 silam setelah menerima permintaan dari pengelola sekolah. Dalam penyelidikan itu polisi menemukan jejak elektronik yang menghubungan Erica dengan korbannya. Pasalnya, Erica pernah mengirim pesan termasuk berupa fotonya dalam kondisi tanpa busana ke muridnya yang masih berusia 16 tahun.
Erica lantas didakwa telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua muridnya. Padahal, sebenarnya Erica sudah menyasar empat murid sebagai korbannya.
Namun, jaksa penuntut mengurangi jumlah korban. Dia pun terancam hukuman maksimal 22 tahun penjara. Rencananya, putusan atas Erica akan dibacakan pada Mei yang akan datang.

Hanya saja, pengacara Erica, Mark Gardner menyatakan bahwa kliennya bukanlah seorang penderita pedofil atau penyuka persetubuhan dengan anak-anak di bawah umur. Sebab, hubungan itu terjadi karena suka sama suka. “Dia tidak memangsa orang-orang yang tidak tertarik untuk terlibat,” katanya.

Tapi, tetap saja Bu Erica harus menanggung dua akibat sekaligus karena ulahnya. Yaitu masa depan karirnya sebagai pengajar yang makin suram dan kehidupan rumah tangganya berantakan.(huffingtonpost/ara/jpnn)