Aspal Karet Bisa Optimalkan Harga Jual Getah

large-getah-karet
FoTo : ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menanggapi harga komoditas karet yang selalu rendah ditingkat petani mencapai Rp 4 ribu per kilogram, membuat Pemerintah terus mendorong salah satu komoditas unggulan di Bengkulu ini menjadi bahan campuran aspal. Hal tersebut diharapkan agar harga getah karet dapat kembali pulih dan petani semakin sejahtera.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo BSEE MBA mengatakan, pemerintah akan memastikan harga karet yang dijual dari petani mencapai Rp 10 ribu per kilogram. Ini bisa terealisasi jika pembangunan jalan menggunakan karet sebagai bahan campuran aspal.
“Sejak karet digagas bisa menjadi bahan campuran aspal, kami yakin karet masyarakat akan terserap dengan maksimal dan harganya bisa sampai Rp 10 ribu per kg,” kata Mendes Eko, kemarin (7/2).

Untuk mencapai harga itu, Kementerian terkait dalam hal ini pertanian akan memberikan treatment kepada para petani untuk meningkatkan kualitas karetnya. Sebab saat ini, harga karet kualitas rendah ada disekitar Rp 4.000-6.000 per kg. “Jadi kami dorong treatment yang diberikan kepada petani,” ujar Mendes Eko.

Dorongan treatment tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga kualitas karet, hal ini mengingat untuk saat ini saja Menteri PUPR dan Menteri BUMN hanya ingin membeli aspal dari Koperasi dan BUMDes. Sehingga Mendes berharap, perangkat desa dapat mengaktifkan kembali Koperasi dan BUMDesnya agar nantinya dapat membeli karet dari petani dimana modalnya akan diberikan oleh BNI dan BRI. Dan karet tersebut dijamin akan dibeli oleh Menteri BUMN dan PUPR untuk campuran aspal.



“Dampak dari aspal karet ini cukup besar bagi harga karet didaerah, bahkan Sumatera Selatan yang sudah menerapkan hal ini harga karetnya sudah naik sekitar Rp 1.000 – Rp 2.000 dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000, ini adalah hal yang baik,” tutupnya.

Sementara itu, Pakar Ekonomi Unib, Dr Kamaludin MM mengatakan, pemanfaatan karet sebagai bahan campuran aspal yang digagas oleh pemerintah Sumatera Selatan diharapkan mampu mendongkrak harga karet yang kini sedang anjlok.

“Ya jadi aspal karet ini salah satu solusi hilirisasi karet, ya tentu kita juga harus berfikir yang lain sehingga penyerapan karet rakyat yang naturable ini bisa lebih optimal dan juga bisa memperbaiki harga karet ditengah masyarakat,” ujar Kamaludin.

Selain fokus pada aspal karet, pemerintah juga harus menjalin kerjasama dengan sejumlah home industri sehingga hasil karet dari petani bisa langsung diserap. Dengan demikian, persentase penyerapan karet yang saat ini baru diangka 5-10% bisa ditingkatkan menjadi 40-60 %. “Dengan harga jual yang tinggi, masyarakat bisa mengelola kebun karet dengan baik, bisa mupuk secara optimal, mereka juga bisa mendapatkan pendapatan yang optimal,” tutupnya.

Sementara itu, Petani karet di Bengkulu Tengah, Ujang Sudri meminta, kepada Pemerintah agar karet bisa menjadi bahan campuran aspal. Sehingga harga karet ditingkat petani bisa kembali tinggi, karena sejak 2016 lalu harga karet masih tetap bertahan pada angka Rp 4.000 per kg. “Harganya masih rendah, semoga Pemerintah memikirkan kami,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*