ASN Kota Sumbang Korban Gempa

duit
foto : ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu menindaklanjuti Surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait bantuan keuangan terhadap korban bencana Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok. Dalam upaya membantu masyarakat terdampak bencana ini, Sekretris kota, Marjon MPd telah meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kota untuk memberikan sumbangan sukarela dalam bentuk uang.

“Khusus ASN di kota kita telah melakukan berupa sumbangan-sumbangan, itu dari pribadi masing-masing dulu. Tapi kota sangat merespon kondisi saudara kita di NTB,” kata Marjon, kemarin (22/8).

Untuk diketahui tertanggal 20 Agustus lalu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat yang meminta seluruh Bupati/Walikota se-Indonesia untuk memberikan bantuan keuangan yang dibebankan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), berkenaan dengan musibah bencana alam gempa tepatnya di Kota Lombok yang terjadi pada tanggal 29 Juli dan 5 Agustus lalu, sebagai bentuk solidaritas untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana alam tersebut.

Hanya saja, meski Pemerintah Kota Bengkulu merespon surat ini, namun belum bisa menanggarkan dalam APBD mengingat dana yang terbatas, sehingga dialihkan dalam sumbangan pribadi yang saat ini telah terkumpul jutaan rupiah.

“Urusan bahwa itu harus dianggarkan, lain lagi programnya. Tapi kita tetap beri sumbangan, selayaknya waktu kita dulu dapat bencana alam juga direspon oleh kota lain,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa sumbangan yang diberikan saat ini memang tidak sebanyak yang diberikan kota lainnya, karena sumbangan hanya bersifat bagi ASN yang layak dan yang mau saja tanpa ada paksaan.

“Untuk kepastian jumlah sumbangannya kita tunggu hari Jumat besok, karena saat ini masih digalang dana. Kalau sejauh ini jumlahnya sudah lumayan,” ungkap Marjon.

Pun demikian, pihaknya akan berupaya menganggarkan di dalam APBD, tetapi masih menunggu sampai pembahasan APBD Perubahan 2018 sudah tuntas dibahas. “InsyaAllah nanti ada bantuan susulan, kalau memang masih diperlukan,” pungkasnya. (805)