ASN Jaga Netralitas

Foto : Ist

CURUP Bengkulu Ekspress – DALAM pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April mendatang. Wakil Bupati Rejang Lebong H Iqbal Bastari SPd MM mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) yang ada di Kabupaten Rejang Lebong untuk tetap netral. “Dalam Pemilu serentak tahun ini saya minta ASN tetap netral dan jagan coba-coba main api,” pesan Wabup.

Selain karena netralitas ASN merupakan harga mati, menurut Wabup para ASN harus menjaga netralitas karena saat ini Bawaslu ada dimana-mana untuk mengawasi gerak-gerak siapa saya yang melakukan pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilu termasuk ASN sendiri.

“Bila ada ASN yang masih nekat, maka resikonya nanti tanggung sendiri,” tambah Wabup.

Lebih lanjut Wabup berpesan, dalam menjaga netralitas, Wabup juga berharap agar para ASN menjauhi atau menghindari membagi-bagikan atau meneruskan pesan-pesan yang bersifat profokatif maupun menghasut yang saat banyak sekali bertebaran dimedia sosial. Namun menurut Wabup, meskipun seorang ASN membagikan sejumlah informasi mengenai salah satu perserta Pemilu bukan berarti ia pro atau mendukung salah satu peserta.

“Sebaiknya ASN menghindari untuk mengshare informasi-informasi yang propokatif dan menghasut dimedia sosial,” harap Wabup.



Selain itu, Wabup juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Rejang Lebong untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena menurutnya saat ini petugas kepolisian termasuk dari Polres Rejang Lebong telah memiliki cyber crime yang setiap harinya memantau penggunaan media sosial khususnya para pengguna media sosial di Kabupaten Rejang Lebong.

Sementara itu, khusus untuk KPU Rejang Lebong Wabup berpesan agar KPU Rejang Lebong tetap berpedoman dengan aturan yang berlaku terkait dengan pelaksanaan Pemilu. “Khusus untuk KPU saya berpesan agar baca aturan, pahami dan laksanakan,” sampai Wabup. Meskipun menurut Wabup, saat KPU Rejang Lebong melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan kemudian ada yang tidak suka, Wabup meminta untuk mengabaikannya dan jangan sekali-kali berkompromi dengan hal-hal yang melanggar aturan.

Karena menurut Wabup meskipun pada awlanya ada masyarakat yang tidak setuju, namun lama pasti mereka akan memahami dan setuju atas apa yang dilakukan oleh KPU selagi yang dilakukan tersebut sesuai aturan. “Yang penting KPU melaksanakan aturan yang ada, bila ada orang tidak suka itu tidak penting dan jangan pernah berkompromi, karena nanti mereka juga akan paham dan akan mengikuti aturan yang berlaku,” demikian Wabup.(251)