Asmara Subuh Dilarang

Rusydi SyamBENGKULU, BE – Fenomona banyaknya anak remaja yang menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan sembari berpacaran di Subuh hari usai sahur selama bulan Ramadhan atau dikenal dengan asmara subuh dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu sebagai perbuatan yang terlarang. “Kalau memang ingin menghabiskan waktu Subuh dengan berjalan-jalan sambil menanti matahari terbit tidak apa-apa. Tapi kalau dimanfaatkan untuk berdua-duaan sambil pacaran, tentunya dilarang,” kata Rusydi Syam, Ketua MUI Kota Bengkulu, kemarin.
Pun demikian, lanjutnya, para remaja tersebut seyogyanya sudah dapat memilah mana yang diperkenankan dan mana yang tidak. Karenanya, meski banyak kawula remaja yang pada akhirnya menggunakan kesempatan jalan-jalan Subuh tersebut untuk berpacaran, Rusydi merasa MUI belum perlu mengeluarkan fatwa terkait hal itu.
“Sebenarnya saya rasa semua anak muda Kota Bengkulu sudah dapat memilah apa yang seharusnya dan yang tidak seharusnya mereka kerjakan. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini. MUI belum perlu mengeluarkan fatwa terkait hal ini,” sampainya.
Namun sebagai Ketua MUI Kota Bengkulu Rusydi Syam mengimbau agar para kawula remaja tersebut dapat menghadapi bulan penuh berkah ini dengan meningkatkan ibadah dan amalan baik. Ini menurutnya lebih tepat ketimbang keluyuran menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan.  “Lebih baik kumpul di masjid, mengaji, berzikir. Lebih afdhol hal-hal ini yang dilakukan daripada keluyuran,” tegasnya.
Senada disampaikan Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH. Menurutnya, asmara Subuh sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya dari catatan kriminal yang ia terima, kegiatan tersebut lebih banyak mengandung efek negatif ketimbang positif. “Beberapa hari yang lalu saya sempat menemukan adanya pasangan yang sedang berduaan di tempat yang sepi di pantai Jakat.  Saya minta kepada mereka untuk meninggalkan tempat yang sepi tersebut.  Karena posisi mereka memberikan kesempatan kepada para pelaku kejahatan,” katanya.
Sebagai petugas pengayom dan pelindung masyarakat, pria yang karib disapa Bagus ini berharap kepada para remaja untuk menghabiskan waktunya justru dengan kegiatan-kegiatan positif. “Dalam hal ini makanya kita gencarkan operasi pekat dan tertib lalu lintas. Kita ingin agar ramadhan ini berjalan dengan penuh keberkahan dan ampunan,” tutupnya. (009)