Aset PT PAA Sengaja Dibakar

Polres Bengkulu Utara Cari Dalangnya

ARGA MAKMUR, BE – Terkait diduga dibakarnya aset milik perusahaan PT Peu Putra Agung (PPA), yang bergerak di bidang tambang kuari batu di Desa Lubuk Gading Kecamatan Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara (BU), oleh oknum warga, Selasa (24/9) lalu, pihak Sat Reskrim Polres BU masih mendalaminya, khususnya mencari dalang dari aksi pembakaran tersebut.



Hal ini disampaikan oleh Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, SIK.

“Terbakarnya aset milik perusahaan ini, berdasarkan hasil penyelidikan kami, memang sengaja dibakar. namun, pelakunya saat ini masih kami buru dimana dilakukan hanya sejumlah orang yang dinilai oknum. Sementara, masyarakat lainnya itu hanya perami,” kata Kasat.

Meskipun pelakunya diduga oknum masyarakat yang hadir ketika mendatangi perusahaan tersebut, Jery menyampaikan, proses hukum bukan jalan terakhir. Pihak Polres BU juga akan tetap mengutamakan dan mengedepankan proses persuasif, yakni dengan jalan mediasi. Baik dari pihak perusahaan yang merasa telah dirugikan, juga pihak masayarakat yang juga memiliki alasan merasa dirugikan atas perusahaan tersebut.

“Kami tidak ingin bertindak gegabah dalam hal ini, yang jelas proses hukum bukan jalan akhir kami. Kami tetap mengedepankan cara persuasif agar tidak ada yang dilukai dari kedua belah pihak. Terlebih lagi, ini menyangkut massa yang berasal dari masyarakat setempat,” katanya.

Meski demikian, Jery sangat menyayngkan kejadian ini, semestinya masyarakat yang merasa dirugikan oleh perusahaan sejatinya dapat melalui proses yang bukan anarkis. “Seketika sudah terjadi proses anarkis seperti ini, sebagai penegak hukum kami akan tetap memperosesnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, kebakaran di kuari milik PT PPA, yang diduga dipicu berawal dari sekitar 20 orang warga desa setempat mendatangi lokasi kuari, bertujuan untuk melaksanakan mediasi dengan pengelola perusahaan. Namun kedatangan mereka, hanya diterima oleh Yetno, selaku yang dituakan di perusaan PT PPA. Mengingat, Yetno bukan pengambil keputusan, masyarakat pun tersulut emosinya karena diminta menunggu pimpinan perusahaan yang tengah dalam perjalanan dari Bengkulu ke lokasi. Kemudian oknum melakukan pengerusakan Pad bagian Camp Perusahaan dan membakar gudang yang berisikan BBM jenis solar. Atas kejadian tersebut 1 unit mobil fuso dump truck, alat berat jenis wales, drum dan tangki minyak solar dan gudang serta kantor PT PPA terbakar.(127)