Aset Miliaran Rupiah Terbengkalai

Bengkulu
Doni/Bengkulu Ekspress. SIDAK: Anggota PPA II DPRD Kepahiang saat melakukan sidak aset pabrik pemecah batu di Desa Muara Langkap Kecamatan Bermani Ilir.

Temuan Sidak PPA II

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Kemarin (18/1), Pansus Penelusuran Aset (PPA) II DPRD Kepahiang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah aset milik daerah. Menariknya, dalam sidak yang pimpin langsung oleh Ketua PPA II, Drs Ahmad Rizal MM, Wakil Ketua Pansus II Nurrahman Putra AMd dan diikuti anggotanya, Riswanto, Abdul Haris SE, Widya Hartini, serta Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD), Damsi menemukan sejumlah aset yang bernilai miliaran rupiah terlantar.

Ketua PPA II DPRD Kepahiang, Drs Ahmad Rizal MM mengatakan, untuk sementara pihaknya masih melakukan pendataan aset. “2 hari ini kita cek lapangan untuk pendataan dulu keadaan fisik asetnya. Namun kita sangat sayangkan ternyata banyak sekali aset-aset daerah yang terlantar,” sampai Rizal.

Temuan itu nantinya, sambung Rizal, akan dibawa ke dalam rapat. Kemudian akan dirumuskan seperti apa rekomendasi yang akan dikeluarkan.

“Sebaiknya aset yang terbengkalai itu harus dimanfaatkan. Makanya kita akan rapatkan dulu, apakah nanti aset yang terbengkalai itu akan di lelang dan dimanfaatkan untuk daerah,” kata Rizal.

Dijelaskannya, dalam sidak tersebut disimpulkan banyak aset daerah yang terbengkalai. Aset gedung juga banyak berdiri diatas lahan yang belum jelas alas haknya.

“Yang jelas hasil sidak kita hari ini menemukan miliaran aset terbengkalai,” tandas Rizal.

Pantauan Bengkulu Ekspress, sidak pertama kali dilakukan di Puskesmas Desa Muara Langkap Kecamatan Bermani Ilir. Diketahui Puskesmas yang dibangun pada tahun 2006 dan dimanfatkan 2007 itu sampai saat ini belum diserah terimakan, lantaran tersangkut sengketa lahan. Kemudian ke 2 titik aset pabrik pemecah batu di Desa Muara Langkap Bermani Ilir dan Desa Taba Air Pauh Kecamatan Tebat Karai. Di dua pabrik itu pansus menemukan 50 mesin pemotong batu yang terbengkalai. Rinciannya, di pabrik pemecah batu Desa Muara Langkap terdapat 30 mesin pemotong batu terbengkalai serta banyak alat yang tidak ada lagi. Sedangkan di pabrik mesin pecah batu Taba Air Pauh ada 50 mesin yang terbengkalai.

Selanjutnya dilakukan sidak ke lokasi Pasar Desa di Simpang Cinto Mandi Bermani Ilir yang kurang berfungsi maksimal. Terakhir Ssidak dilakukan di Puskesmas Desa Kelobak. (320)