AS Kembali Dilanda Hujan Tembakan, 5 Tewas

Pelaku Obrak-abrik Kampus Santa Monica College

Shooting at Santa Monica City College Friday. Santa Monica Police walk a suspect in custody from the campus up Pearl Street to be taken into custody. The suspect claimed to the media that he was not the shooter, but that he had found the weapons. 20130607 Photo by Steve McCrank / Staff PhotographerSANTA MONICA – Amerika Serikat kembali berduka. Peristiwa mencekam lantaran penembakan brutal lagi-lagi menggegerkan negara adidaya tersebut. Kali ini seorang pria berkostum serbahitam mati ayah dan saudara lelakinya Jumat (7/6). Belum puas, pelaku yang usianya diprediksi 25 – 30 tahun itu mengamuk di jalanan kampus Santa Monica College. Setelah dua orang meninggal akibat tembakannya, pelaku pun meregang nyawa di tangan polisi.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari petugas, insiden itu berawal dari urusan domestik. Entah apa alasannya, pelaku  menembak mati ayah dan saudara lelakinya. Sejurus kemudian dia membakar tempat tinggalnya. Aksi pria yang menyandang senjata semiotomatis dan mengenakan rompi antipeluru itu lantas berlanjut di jalanan.

“Pelaku membajak mobil yang dikemudikan seorang perempuan dan memaksanya berkendara menuju Santa Monica College,”kata Kepala Polisi Jacqueline Seabrooks. Sepanjang perjalanan, pelaku yang tidak disebutkan identitasnya itu bebas melepaskan tembakan ke semua orang yang dia jumpai. Di antaranya adalah seorang perempuan di dalam mobil yang berpapasan dengan pelaku.

Pelaku juga memberondongkan peluru ke sebuah bus kota. Tiga penumpang perempuan di dalam bus tersebut mengalami luka ringan. Seorang di antaranya terserempet peluru dan dua yang lain mengalami luka gores. Beberapa mobil polisi, para pejalan kaki, dan pemakai jalan juga menjadi korban penembakan. Setelah berkendara sekitar hampir 2 kilometer, pelaku tiba di Santa Monica College.

Teror pun berlanjut ke kampus yang baru berdiri sekitar dua tahun lalu itu. Di parkiran salah satu fakultas, pelaku kembali memuntahkan timah panas dari senjatanya. Mobil Ford Explorer yang saat itu sedang melintas di tempat parkir menjadi sasaran. Mobil merah berisi dua orang tersebut akhirnya menabrak tembok. “Pengemudi mobil tewas dan penumpangnya kritis,” terang Seabrooks.

Joe Orcutt, salah seorang karyawan di kampus yang memiliki sekitar 34.000 mahasiswa itu, sempat menyaksikan aksi koboi pelaku di parkiran. “Dia berdiri di sana dan berpose layaknya model majalah senjata. Dia membidikkan senapannya kepada siapa saja seperti sedang latihan menembak,” paparnya. Dia juga mengatakan bahwa sepanjang aksinya, pelaku terlihat tenang dan percaya diri.

Dari parkiran, pelaku menuju perpustakaan kampus. “Di depan perpustakaan dia bertemu dengan seorang perempuan paro baya yang membawa sekantong barang-barang daur ulang. Pelaku menembak perempuan itu. Korban tewas di rumah sakit, sekitar tiga jam kemudian,” terang Richard Lewis, juru bicara Kepolisian Kota Santa Monica. Pelaku lantas masuk ke perpustakaan dan melepaskan tembakan membabi buta.

Untung, tidak ada seorang pengunjung perpustakaan pun yang terluka atau tewas gara-gara tembakan pelaku. Mereka yang sebagian besar sedang belajar untuk menghadapi ujian akhir pun langsung semburat keluar. ‚”Saya ketakutan setengah mati. Kejadiannya begitu cepat,” kata Vincent Zhang, mahasiswa jurusan ekonomi.

Polisi yang mengejar pelaku pun memasuki perpustakaan dan langsung melumpuhkannya. Petugas lantas membawa tubuh tanpa nyawa pelaku ke trotoar.

Di dalam tas pelaku, petugas menemukan sebuah pistol, senapan laras panjang, dan beberapa magazin. Beberapa jam kemudian tim koroner tiba dan langsung melakukan investigasi. ”Ada sembilan TKP yang kini menjadi subjek penyelidikan petugas dari sebelas badan, termasuk kepolisian,” ungkap Lewis. (AP/AFP/BBC/hep/c10/dos/)