April, Patung Fatmawati Dimulai Dibangun

IST/Bengkulu Ekspress
Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah menggelar pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida dan perwakilan keluarga Ibu Fatmawati dan pihak lain terkait rencana pembangunan Patung Ibu Fatmawati Soekarno di Provinsi Bengkulu, di ruang rapat latai 4A Kemenko PMK, Jakarta Pusat, kemarin (12/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah menggelar pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida dan perwakilan keluarga Ibu Fatmawati dan pihak terkait lainnya membahas rencana pembangunan patung ibu negara pertama Fatmawati Soekarno di Provinsi Bengkulu, kemarin (12/3).

Dalam pertemuan di ruang rapat lantai 4A Kemenko PMK RI, Jakarta Pusat itu, ditetapkan rencana pembangunan akan dimulai pada April mendatang. “Pembangunan ini menjadi ikon baru bagi Bengkulu,” terang Nyoman Shuida.

Dikatakannya, pembangunan yang dilakukan di Simpang Lima Kota Bengkulu itu telah sesuai dengan permintaanPresiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Selain menjadi ikon Bengkulu, juga akan menjadi pendukung pembangunan daerah. “Menjadi pendukung pembangunan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, pembangunan patung dengan menggunakan anggaran Kementerian BUMN itu, ditargetkan selesai sebelum Agustus 2019 ini. Sehingga pada momentum HUT RI, 17 Agustus bisa diresmikan. “Disamping kita membangun monumen, ini menjadi tonggak sejarah baru bagaimana Indonesia untuk menghargai dan mengapresiasi perjuangan Ibu Fatmawati,” ungkap Rohidin.

Disamping itu, ikon baru Bengkulu ini juga akan menjadi daya tarik wisata di Bengkulu. Karena dengan hadirnya monumen itu, maka orang akan bisa lebih mengenal sejarah tentang ibu negara pertama di Indonesia tersebut. “Tentu akan menjadi wisata sejarah di Bengkulu,” paparnya.

Tidak hanya patung Ibu Fatmawati saja, Rohidin juga mengusulkan setiap 5 tahun sekali ibu negara bisa menjahit bendara merah putih di Bumi Rafflesia. Bendera yang dijahit itu bisa dikibarkan di Istana Negara. “Kita sampaikan di dalam pertemuan untuk dijadikan agenda 5 tahunan, ibu negara menjahit Merah putih di Bumi Rafflesia,” pungkasnya. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*