APBD-P Kepahiang Diprioritaskan Bayar BPJS dan Gaji Kades


Doni/BE
Rapat penyampaian KUA-PPAS APBD Perubahan dari Banggar kepada pimpinan DPRD Kepahiang.

KEPAHIANG, BE – APBD Perubahan ABPD 2020, DPRD Kepahiang memprioritas untuk anggaran pembayaran gaji perangkat desa dan membayar premi BPJS Kesehatan. Dua item prioritas tersebut membutuhkan dana mencapai Rp 7 miliar untuk yang harus ditanggung daerah, sesuai dengan ketentuan berlaku sehingga menjadi plafon prioritas dewan agar mengalokasikan dananya.
Jubir Banggar DPRD Kepahiang, Haryanto SKom MM, Senin (31/8) menjelaskan, jika pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Kepahiang Tahun 2020 sudah disampaikan ke pimpinan dewan. Pihaknya akan memprioritaskan anggaran untuk gaji perangkat desa dan pembayaran BPJS Kesehatan.
“Kalau gaji perangkat harus diprioritaskan, karena anggaran yang dialokasikan dalam APBD murni tidak mencukupi untuk membayar gaji perangkat dan BPJS kesehatan,” ungkap Haryanto.

Haryanto mengatakan, jika pembahasan APBD Perubahan kemungkinan mulai Selasa (1/9) guna mempercepat merampukan penyusunan anggaran belanja.
“Tadi baru diserahkan dari Banggar ke pimpinan, tapi kalau melihat komitmen tadi kemungkinan mulai besok (Hari ini, red),” ungkap Haryanto.

Penyusunan APBD Perubahan berpedoman pada Permendagri 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2020 dan permendagri Nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan permendagri nomor 21 tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah serta PMK nomor 35 tahun 2020 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan Dana Desa Tahun 2020 dalam rangka penanganan pandemi covid-19 serta peraturan Presiden nomor 72 tahun 2020 tentang perubahan postur APBN tahun 2020.
“Proyeksi perubahan APBD Tahun anggaran 2020 dapat dirangkum dengan total pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp 752.411.260.623,98 dengan belanja daerah setelah perubahan Rp. 865.825.851.793,77 dan total Penerimaan Pembiayaan daerah sebesar Rp. 110.184.669.884,24 sehingga defisit anggaran setelah dikurangi pembiayaan sebesar Rp. 3.229.921.285,55,),” tutup Haryanto. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*