APBD Mandeg, Pedagang Ngeluh

LEBONG UTARA,BE – Tak kunjung disahkannya APBD Kabupaten Lebong Tahun 2012 ternyata tidak hanya menghambat pembangunan. Para pedagang juga ikut terimbas. Pendapatan pedagang di Pasar Muara aman dan terminal yang merupakan pusat perekonomian kabupaten lebong jadi merosot. Diungkapkan Buyung pemilik warung nasi di depan BRI Pasar Muara Aman, kondisi penurunan omset penjualan warungnya telah terjadi sejak Januari lalu. Salah satu penyebab para PNS dan kontraktor yang mayoritas pelanggannya kini lebih memilih berhemat dengan memasak sendiri. “Karena sekarang APBD belum disahkan maka omset penjualan menurun. Kalau para kontaktor untuk saat sekarang belum banyak yang masuk ke Lebong. Dengar-dengar dari perbincangan di warung ini belum ada kegiatan yang berjalan,” kata Buyung.

Ditambahkan Buyung kondisi penurunan omset daganganya juga terjadi karena saat ini kondisi di Lebong sedang paceklik. “Musim panen sudah lama berlangsung. Sekarang petani memasuki musim tanam terutama padi. Di Lebong bisa dikatakan sebagian besar petani mengandalkan padi sebagai pemasukan utama, sedangkan dari hasil perkebunan bisa dikatakan minim,” lanjut Buyung. Agar tidak merugi, Buyung terpaksa mensisatinya dengan mengurangi jumlah dagangannya. Jika sebelumnya dalam sehari ia mengeluarkan modal untuk membeli bahan yang akan dimasak antara Rp 700-800 Ribu sehari. Sekarang paling banyak mengeluarkan modal antara Rp 400-500 Ribu untuk sekali berjualan. Senada diungkapkan Yayas pemilik toko Giga Computer di Kelurahan Amen. Dituturkannya omset penjualan barang di tokonya turun drastis dibandingkan pada saat APBD sudah berjalan. “Sekarang ini untuk penjualan sangat sepi, bisa-bisa dalam 1 hari tidak ada barang yang terjual. Dari pengakuan PNS yang menjadi langganan kita mereka menunda untuk membeli barang dan peralatan komputer karena kondisi pemasukan hanya mengandalkan gaji,” Ujar Yayas.(777)