APBD Kaur Baru Terserap 44,30 Persen

KOTA BINTUHAN, BE- Hingga September 2012 penyerapan APBD Kabupaten Kaur baru mencapai 44,30 persen dari total anggaran Rp 228 miliar. Setiap dinas dan instansi diperintahkan menggenjot penyerapan APBD agar mencapai 100% pada akhir tahun ini. Ini diungkapkan Sekda Kaur Drs H Mulyadi Usman MPd saat memberikan arahan soal penyerahan APBD di Aula, Bappeda, kemarin.

“Penyerapan tertinggi pada Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) Bappeda Kaur mencapai 77 persen. Sedangkan serapan terendah RSUD Kaur dari dana APBD dan APBN 9,48 miliar hanya 14,47 persen atau Rp 1,3 miliar,” katanya.

Pencapaian terendah terjadi pada RSUD Kaur. Ia meminta setiiap SKPD bekerja secara maksimal agar anggaran yang sudah disiapkan terserap keseluruhan. “Dana APBD dan APBN harus dibelanjakan jika tidak akan masuk ke kas negara,” katanya.

Ia mengatakan bila serapan anggaran sangat minim, dikhawatirkan bakal mendapat sanksi dari pemerintah pusat. Sehingga tidak mengucurkan lagi APBN. Hingga akhir  triwulan III  ini, baru Rp 101 miliar telah terserap. “Sebenarnya penyerapan APBD  2012  ini sudah mengalami peningkatan signifikan, dibanding triwulan II hanya 34 persen dan trwulan I hanya 4 persen,” katanya.

Dijelaskan Sekda, dari 44,30 persen anggaran yang sudah terserap antara lain, pencairan berupa dana APBD terutama pembangunan fisik hampir mencapai Rp 50 miliar. Meliputi Alokasi DAK pendidikan, PNPM kemudian dana Bansos.

“Jujur saja, memang ada sedikit keterlambatan dalam proses administrasi pencairan sejumlah anggaran seperti dana DAK tersebut,” jelasnya.
Ia mengatakan proses lelang melalui LPSE juga berpengaruh besar terhadap keterlambatan penyerapan anggaran.

“Kita berharap siswa waktu tinggal 75 hari dapat digunakan untuk melakukan penyerapan APBD bisa mencapai 100 persen atau minimal 90 persen,” katanya. (823)