APBD 2014 Disahkan Tengah Malam

IMG_2847TUBEI,BE – Sepanjang berdirinya Kabupaten Lebong selama 10 tahun terakhir ini, mungkin baru kali pertamanya APBD Tahun 2014 Kabupaten Lebong ketuk palu atau disahkan pada tengah malam. Terlihat pada Senin (30/12) kemarin, sekitar pukul 22.30 WIB, DPRD Lebong dan Pemkab Lebong sibuk menggelar sidang paripurna pengesahan RAPBD 2014 menjadi APBD 2014.
Ketua DPRD Lebong, Azman May Dolan saat dikonfirmasi BE di ruang kerjanya usai pengesahan APBD Senin tengah malam lalu menjelaskan, sidang paripurna pengesahan APBD 2014 ini dilakukan setelah rapat akhir fraksi di DPRD Lebong. Ini dilakukan pihaknya lantaran terlalu lama menunggu hasil rapat akhir fraksi di DPRD Lebong.
“Semuanya dilakukan sesuai dengan tahapan yang sudah disusun oleh Banmus DPRD Lebong. Kalau berdasarkan jadwal Banmus, pengesahan RAPBD 2014 ini memang dilakukan hari ini (Senin,red),” ucap Dolan.
Disampaikan Dolan, pengesahan yang dilakukan tengah malam ini tidak ada persoalan, apalagi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Banmus DPRD Lebong pengesahan RAPBD 2014 ini mesti dilakukan pada Senin (30/12).
“Kenapa terlalu lama, ini karena terlalu lama menunggu hasil rapat fraksi yang ada di DPRD,” terangnya.
Berdasarkan pantauan BE dilapangan, rapat paripurna yang mulai di gelar sekitar pukul 21.30 WIB itu dihadiri oleh 22 orang anggota DPRD Lebong. Ada tiga orang anggota DPRD Lebong yang tidak ikut mengesahkan RAPBD 2014 ini. Mereka diantaranya adalah H Samsui Yusuf SH, Affan Jauhari SE dan H Agustian SH.
Pada APBD 2014 yang baru disahkan itu, programpembangunan jalan hotmix tidak terlalu banyak seperti tahun sebelumnya. Ini dilakukan dewan karena enggan gagal lagi seperti yang sudah terjadi selama ini.
“Yang banyak itu penetrasi, kalau hotmix tidak terlalu banyak. Karena kita takut gagal seperti yang terjadi selama ini,” tambahnya.
Ia juga menghimbau eksekutif agar dapat menyeleraskan pengesahan APBD 2014 yang dilakukan sebelum tahun anggaran 2014 ini, dengan realisasi pekerjaan pembangunan. Tujuannya agar tidak terjadi lagi pembangunan jalan yang diputus kontraknya, akibat tidak selesai dikerjakan tepat waktu.
“Kita berharap pengesahan APBD, yang dilakukan sebelum tahun anggaran 2014 berjalan ini dapat dimanfaatkan sebaiknya oleh eksekutif. Kita tidak mau lagi ada pekerjaan yang diputus kontraknya, akibat tidak selesai tepat waktu,” pungkas Dolan.(777)