Aparat Diminta Ungkap Penimbunan BBM

ARGA MAKMUR, BE – Kelangkaan BBM di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara menjelang kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi hal yang dilematis. Pasalnya kelangkaan ini terjadi hanya di daera tersebut, sedangkan di beberapa wilayah seperti halnya Kota Bengkulu dan beberapa daerah lain, hanya terjadi kemacetan antrian BBM namun tidak sampai mengakibatkan kelangkaan seperti Bengkulu Utara. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya permainan penimbunan BBM yang terjadi. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bengkulu Utara mendesak aparat penegak hukum segera membongkar praktek penimbunan BBM yang terjadi selama ini. “Aparat kepolisian harus tegas terhadap praktek penimbunan BBM yang terjadi, ” ujar Ketua YLKI BU, Zulkifli Chaniago. Terlebih selama ini polisi sudah mengantongi sejumlah informasi berkaitan dengan kasus penimbunan BBM yang dilakukan di beberapa wilayah di BU. Hal ini tentu perlu ditindaklanjuti dengan membongkar praktek penimbunan BBM yang mengakibatkan kelangkaan BBM di wilayah Arga Makmur dan sekitarnya tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut nyata dari aparat penegak hukum, dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Seperti halnya yang terjadi saat ini, harga eceran bensin yang mencapai Rp 7-8 ribu/liter dianggap sebagai hal yang tidak masuk akal untuk kota yang memiliki dua SPBU. “Sampai kapan kondisi ini akan dibiarkan, karena praktek penimbunan BBM sejauh ini belum ada yang terungkap,” ucapnya.

Menurut Zulkifli, tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat penegak hukum akan menimbulkan efek jera bagi pelaku penimbunan BBM. Pasalnya semakin ketat pengawasan yang dilakukan akan mempersempit ruang gerak para pelaku untuk melakukan aksi penimbunan BBM. Kata dia, meskipun aparat penegak hukum sudah menempatkan personilnya di lokasi SPBU, namun itu belum akan maksimal jika tidak ditindaklanjuti dengan menggelar razia di sejumlah tempat yang diduga lokasi penimbunan BBM. “Pengawasan yang lebih ketat mesti ditingkatkan termasuk halnya menggelar sejumlah razia di wilayah yang dicurigai menjadi lalu lintas para penimbun BBM,” katanya.

Penggunaan BBM Mesti Diawasi
Sementara itu, kelangkaan BBM menjelang kenaikan harga juga terjadi di Kabupaten Mukomuko. Masyarakat setempat sudah mulai khawatir karena sulitnya mendapatkan BBM. Apalagi BBM di sejumlah SPBU di Mukomuko selalu cepat habis. Erimas SP selaku tokoh pemuda Mukomuko mengharapkan Pemkab Mukomuko dan aparat penegak hukum bukan hanya melakukan pengawasan di tingkat SPBU, tetapi juga memantau pembeli BBM yang menggunakan jerigen dan kendaraan yang berulang kali mengantri. Selain itu juga aparat penegak hukum juga mengawasi pengunaan BBM yang dibeli tersebut. “Jangan hanya mengawasi saja melainkan harus dicari tau apa kegunaan BBM yang dibeli tersebut,” sarannya. Erimas menghawatirkan BBM kelangkaan BBM di Mukomuko ini bukan hanya digunakan masyarakat yang jauh dari SPBU melainkan digunakan juga untuk kegiatan proyek pembangunan. “Saya heran biasanya cukup mudah mendapatkan BBM di SPBU, namun adanya isu kenaikan BBM ini malah BBM di setiap SPBU cepat habis ada apa ini?” tanyanya. Jika ditemukan indikasi tindakan pidana dalam penggunaan BBM, dia mengharapkan ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. (212/900)