Antrean Solar Panjang, Stok SPBU Kosong

CURUP, BE – Puluhan, bahkan hingga ratusan truk serta kendaraan berbahan bakar Solar dan Premium sejak pagi kemaren sudah mulai berbaris di sejumlah SPBU di Kota Curup sejak pukul 07.00 WIB Jum’at (23/11). Pantauan wartawan Bengkulu Ekspress di SPBU Simpang Korem, para sopir truk menjejerkan kendaraan mereka di kanan dan kiri jalan Jendral Sudirman Kelurahan Air Putih Baru, meski pihak SPBU belum juga melakukan pelayanan
pengisian bahan bakar.

Usman (45) salah seorang sopir truk yang ikut mengantre mengaku, kelangkaan solar mulai terjadi sejak tiga hari terakhir. “Kami mulai susah mendapatkan solar, kendaraan kami sudah hampir tidak menyimpan bahan bakar lagi,” terang Usman.
Akibat kelangkaan solar ini, sopir truk angkutan batu pasir, angkutan barang dalam dan luar kota tidak bisa beroperasi. “Kalau kondisi kelangkaan solar ini tidak segera diatasi, kami jelas tidak bisa cari nafkah untuk keluarga kami,” sesalnya.

Hal senada diungkapkan Mail (36) yang juga sopir truk angkutan barang. Warga Kelurahan Tempel Rejo itu mengaku sudah dua hari tidak menyetorkan uang kepada pemilik truk yang memperkerjakannya. “Jangankan untuk nyetor uang, untuk cari uang untuk menafkahi keluarga saja saya tidak bisa dapatkan, karena tidak ada solar untuk menjalankan mobil,” keluhnya.
Mail mengaku juga sangat mengeluhkan pelayanan pihak SPBU. “Sehari ada 8 ton solar dipasok kepada SPBU, saat kami akan mengisi bahan bakar petugas SPBU bilang sudah habis waktu kerja, padahal solar baru dicor. Diminta untuk mengisi bahan bakar pagi hari, malah sudah habis.  Kemana solar itu?” sesal Mail.

Keluhan juga disampaikan oleh Agus (37), seorang sopir truk jasa angkutan barang yang ikut antre di SPBU Simpang Korem. Warga desa teladan itu mengaku sudah 2 hari kebelakang tidak dapat menyetorkan uang setoran kepada pemilik truk yang mempekerjakannya.

“Boro-boro untuk setoran pak, untuk makan kami sekeluarga juga tidak bisa dapatkan. Karena mobil yang saya bawa tidak ada bahan bakar, sehingga tidak bisa beroperasi. Saya juga sudah ngantri 3 hari, tetapi belum juga kebagian solar,” ujar Agus.
Sebenarnya, lanjut Agus, dirinya beserta rekan seprofesi sangat mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh SPBU Simpang Korem. Sebab, dirinya secara langsung melihat bahwa setiap harinya ada sekitar 8 ton solar yang dipasok ke SPBU tersebut.

“Uniknya setiap kali kami mau mengisi bahan bakar solar selalu di bilang habis oleh Evi si Pemilik SPBU. Padahal, pagi harinya, kami menyaksikan sendiri dengan mata kepala kami ada tangki yang ngecor solar setiap harinya,” ujar Agus.

Hal itu, lanjut Agus, membuat dirinya serta sejumlah supir truk yang mengantre menjadi bertanya-tanya, kemana solar berjumlah besar tersebut hilang.  “Setiap pagi kami lihat di cor 8 ton. Saat mobil tangki keluar SPBU, kami bergegas mengantri mau isi solar, eh dibilang oleh pemilik SPBU Simpang Korem habis. Jadi kemana hilangnya 8 ton Solar yang baru 5 menit sebelumnya di cor tersebut,” tanya Agus.

Sementara itu, Evi pemilik SPBU Simpang Korem saat akan dikonfirmasi wartawan malah marah-marah sembari mengusir wartawan serta melarang wartawan untuk mengabadikan moment antrian panjang tersebut dan meliput moment tersebut. “Jangan foto-foto, mau ngambil foto tidak izin dulu,”
ujar wanita paruh baya tersebut berang. (999)