Antrean Panjang Kendaraan di SPBU

2. Jefryy/Bengkulu Ekspress – Antrean membeli BBM oleh pengemudi di SPBU Sukaraja

SUKARAJA, Bengkulu Ekspress – Untuk kesekian kalinya, keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.385.25 di Desa Lubuk Sahung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, menjadi sorotan. Pasalnya, setiap hari pengguna jalan ikut terganggu dengan keberadaan panjangnya antrean di SPBU tersebut. Bahkan, ironisnya dalam antrean tersebut ada dumtruk kedapatan mengeluarkan Bahan Bakar Minyak(BBM) dari tangki minyak padahal beberapa saat sebelumnya sudah diisi penuh. Penimbun BBM seakan merajalela mengisi BBM di SPBU.

“Wajar saja mereka leluasa, kerena tidak ada tindakan. Kami yang membawa sembako dari Jawa kewalahan mendapatkan BBM jenis Solar,” keluh Santoso (34) pengemudi ekspedisi sembako, asal Klaten.

Dikeluhkan,antrean truk BBM jenis solar ini diyakini adanya permainan dalam pengisian BBM jenis solar dan jenis premium bersubsidi. Bahkan, Santoso bersama Bengkulu Ekspress, kemarin pukul 10.00 WIB, juga mendapati aksi curang yang dilakukan pengemudi truk yang sengaja mengeluarkan solarnya dari tanki mobilnya. Selain itu, petugas SPBU memprioritaskan kendaraan yang sudah mengubah dan memodifikasi tangki BBM-nya.



“Saya selaku pengguna jalan lintas yang rutin membutuhkan BBM ini sangat kewalahan jika seperti yang terjadi ini. Kami membutuhkan BBM solar hendaknya tidak dipersulit seperti ini,” imbuhnya.

Diharapkan, instansi pemerintah serta kepolisian bisa bertindak dalam hal ini. Bukan hanya diam dan melakukan pengawasan. Dampaknya pengguna jalan antar provinisi dan antar kabupaten yang menjadi kewalahan untuk mendapatkan BBM ini. Dari penelusuran Bengkulu Ekspress setiap kali makelar pengisian BBM jenis premium/Solar memberikan fee alias upah tambahan kepada pegawai SPBU tersebut Rp 5000/1000 setiap kali pengisian per jerigen ataupun tangki yang sudah dimodifikasi. Belum lagi jika pengisian hingga 10 kali dalam waktu sehari saja.“Polisi dan instansi bertindaklah jangan hanya diam, Pak,” keluhnya.

Kepaka Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Seluma, H Mulyadi Ssos MM kepada Bengkulu Ekspres menegaskan, segera menindak lanjuti temuan tersebut. Bahkan langsung berupaya memperingatkan pengelola SPBU tersebut dengan menelepon yang bersangkutan. Hanya saja, tidak mendapat respon dan tidak diangkat.

“Atas laporan dan temuan ini akan kita surati dan panggil serta teguran kepada pengelola SPBU Sukaraja,”tegasnya.
Ditegaskan juga, tidak hanya di SPBU Sukaraja saja, SPBU Tais dan Sendawar juga ikut dalam pengawasan Disperindagkop UKM dalam jual beli BBM ini. Dengan berkoordinasi dengan kepolisian utnuk menindak penimbun BBM ini.“Kita akan berkoordinasi dengan kepolsiian untuk bertindak,”ujarnya.

Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana SIK kepada Bengkulu Ekspress berjanji bertindak dalam mengatasi maraknya penimbun BBM jenis solar dan bensin tersebut. Bahkan, saat ini kapolres Sudah memerintahkan langsung Kapolsek Sukaraja untuk bertindak tegas di wilayahnya. “Sudah saya perintahkan kapolsek untuk bertindak menangkap penimbun BBM tersebut,” uacap Kapolres.

Hanya saja, ketika hendal dikonfirmasi petugas SPBU menuturkan pengelola sedang tidak ada di lokasi. Bahkan, ketika di hubungi melalui ponselnya juga tidak diangkat. “Silahkan konfirmasi ke pimpinan, mengingat kami satu pintu di sini,” terang petugas SPBU 24.385.25 Sukaraja.(333)